Mari Kenali dan Cegah "Bullying" Sebelum Menyesal...

Kompas.com - 21/01/2020, 12:42 WIB
. SHUTTERSTOCK.

Lebih jauh, Psikolog Citra Ardhita Psychological Services, Ayoe Sutomo, M.Psi memaparkan, bullying dalam tiga kriteria.

Pertama, ada kesenjangan kekuatan antara pelaku dan korban, sehingga korban ada pada posisi yang tidak berdaya.

Anak korban bullying juga seringkali merupakan individu yang berbeda dari lingkungannya, misalnya terkait kondisi sosial-ekonomi, kondisi keluarga, fisik, dan lainnya, termasuk kurang mampu menyesuaikan diri.

Baca juga: Siswi Tewas Usai Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Dugaan Terjadi Bullying Kini Muncul

Kedua, ada intensi untuk melukai yang dilakukan oleh pelaku, baik melukai fisik maupun emosional.

Ketiga, satu perilaku dikatakan bullying jika ditujukan pada orang yang sama dan pelakunya -bisa individu maupun kelomook- juga sama.

"Sehingga kalau cuma bercanda 1-2 kali belum bisa dikatakan sebagai tindakan bullying," kata dia.

Penyebab pada perempuan dan pria berbeda

Ayoe menambahkan, penyebab bullying pada anak laki-laki dan perempuan seringkali berbeda.

Bullying pada anak laki-laki seringkali terjadi karena tindakan bercanda yang berlebihan. Sehingga, pelaku sebetulnya melakukan hal tersebut sebagai bentuk mencari kesenangan.

"Tujuannya have fun tapi keterlaluan dan ada objek yang dilukai. Jatuhnya jadi bullying."

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X