BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sun Life Insurance

Virus Covid-19 Masuk Indonesia, Begini Cara Antisipasinya!

Kompas.com - 09/03/2020, 14:15 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com – Pada awal 2020, dunia dihebohkan dengan munculnya virus baru bernama Covid-19.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Covid-19 merupakan keluarga besar Coronavirus, penyebab penyakit pernafasan menular, mulai dari flu biasa hingga kasus yang lebih parah.

Sebut saja Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Kelompok Coronavirus atau virus Corona bersifat zoonosis. Artinya, ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kini penularannya bisa dari manusia ke manusia.

Mulanya, virus Covid-19 hanya mewabah di Kota Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, China. Kemudian, seiring waktu–tak kurang dari sebulan–virus ini menyebar hampir ke seluruh daratan Negeri Tirai Bambu. Bahkan, hingga ke sejumlah negara dunia, sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, Rabu (22/1/2020).

Atas kondisi tersebut, maka per tanggal 30 Januari 2020, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjadikan kasus epidemi Covid-19 sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau status darurat kesehatan global.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga kini, data dari Johns Hopkins CSSE per Senin (9/3/2020) menunjukkan, jumlah orang yang terinfeksi virus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 110.041 kasus. Penderita paling banyak berada di Cina, Korea Selatan, Italia, Iran, dan Perancis.

Sementara itu, di Indonesia sendiri, sudah ada enam orang yang dinyatakan positif terjangkit virus Covid-19, sebagaimana diberitakan Kompas, Minggu (8/3/2020).

Umumnya, seseorang yang terinfeksi virus Covid-19 memiliki gejala klinis seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, letih, dan lesu.

Sementara itu, dalam kondisi yang sudah parah, virus Corona dapat menyebabkan pneumonia (penyakit radang paru), sindrom pernafasan akut, gagal ginjal, hingga kematian.

Ilustrasi pencegahan wabah virus coronaSHUTTERSTOCK/WOOCAT Ilustrasi pencegahan wabah virus corona

Sampai saat ini, belum ada vaksin yang mampu mencegah penularan virus Corona. Namun, baik WHO maupun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) telah mengeluarkan imbauan untuk melakukan beberapa antisipasi sebagai langkah pencegahan.

Adapun antisipasinya seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker bila sakit, menghindari kontak dengan hewan liar, hingga larangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak dengan matang.

Dari sederet imbauan tersebut, sebenarnya yang paling penting adalah menjaga kesehatan. Apalagi, mengingat cuaca ekstrem juga tengah terjadi di sejumlah wilayah Tanah Air belakangan ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuaca ekstrem masih melanda Indonesia hingga Maret 2020.

Bila sudah begitu, maka dampak yang ditimbulkan bukan lagi dalam bentuk potensi bencana, tapi juga serangan penyakit. Flu, misalnya.

Banyak orang mungkin sudah memahami bahwa menjaga kesehatan tubuh bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup yang sehat pula. Contoh, konsumsi makan dan minuman bernutrisi, cukup istirahat, kurangi stres, serta olahraga.

Namun, sepertinya itu saja belum cukup. Sebab, tak jarang penyakit masih saja bisa menyerang meski sudah dicegah dengan pola hidup yang sehat.

Karenanya, memberikan perlindungan ekstra dalam bentuk asuransi kesehatan dirasa perlu. Ini semata-mata untuk melindungi Anda dari risiko kerugian finansial ketika terserang penyakit, termasuk infeksi virus Corona.

Terkait virus Corona, beberapa penyedia asuransi kesehatan di Indonesia telah memberikan jaminan perlindungan terhadap nasabah yang positif terinfeksi. Sun Life Medical Platinum, salah satunya.

Dilansir Kontan, Senin (17/2/2020) Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia Shierly Ge mengatakan, nasabah yang didiagnosis positif terinfeksi virus Corona, baik di Indonesia maupun di luar negeri akan diberikan manfaat tunai tambahan.

Adapun nilai manfaat tambahan tersebut sebesar maksimum Rp10 juta yang akan diberikan satu kali.

Sebelumnya, Sun Medical Platinum juga memiliki limit klaim tahunan hingga Rp7,5 miliar. Jumlah ini sudah termasuk untuk pengobatan penyakit berbiaya besar seperti kanker, jantung, gagal ginjal, hingga stroke.

Sebagai informasi, asuransi kesehatan yang memberikan pertanggungan hingga usia 100 tahun ini pun telah memiliki jaringan rumah sakit rekanan di seluruh dunia.

Jadi, sudah sejauh mana perlindungan kesehatan Anda?

Untuk informasi selengkapnya mengenai Sun Medical Platinum, silakan kunjungi tautan ini.

 

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.