Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/03/2020, 10:08 WIB

KOMPAS.com - Sampah terus menjadi persoalan, termasuk dalam kehidupan di rumah. Disadari atau tidak, ada beberapa jenis sampah yang dapat berpotensi menjadi limbah berbahaya.

Founder Komunitas Sadari Sedari Nabilah Kushaflyki menyebutkan, setidaknya ada enam jenis sampah yang bisa berbahaya, jika tidak dikelola dengan baik.

Baca juga: Sadari Sedari, Bergerak Muliakan Limbah Fesyen demi Tujuan Mulia...

1. Popok dan pembalut

Berdasarkan catatan Bank Dunia tahun 2017, popok sekali pakai menjadi penyumpang sampah terbanyak kedua di laut. 

Proporsinya disebut mencapai 21 persen dari total sampah di laut.

Popok dan pembalut sekali pakai memiliki kandungan Super Absorbent Polymer (SAP) hingga 42 persen, yang akan berubah bentuk menjadi gel saat terkena air.

Baca juga: Dari Popok hingga Sol Sepatu, 12 Benda yang Ikut Merusak Lingkungan

Nah, apabila terurai dalam air, zat kimia ini dapat membahayakan lingkungan.

2. Sampah plastik

Plastik menjadi barang rumah tangga sekali pakai yang dekat dengan kehidupan rumah tangga. 

“Sampah plastik butuh ratusan tahun untuk mengurai sehingga menjadi sampah menumpuk dan mengancam ekosistem di sekitarnya,” tutur Nabilah.

3. Tisu basah

Di balik penggunaannya yang praktis, sampah dari bekas tisu basah sangat sulit terurai di lingkungan dan pada akhirnya berakhir di lautan.

Hal ini karena tisu basah terbuat dari rensin plastik.

Baca juga: Mengeringkan Tangan dengan Tisu atau Hand Dryer, Mana Lebih Baik?

4. Kaleng minuman dan makanan

Limbah kaleng adalah limbah yang tidak bisa diurai secara alami dan termasuk limbah anorganik.

Dikutip dari greenguyrecycling, dibutuhkan waktu 80-200 tahun untuk mengurai sebuah kaleng.

Pemakaian kaleng sehari-hari tidak disadari menghasilkan tumpukan di tempat pembuangan sampah.

5. Baterai

Baterai memiliki proses pembuangan khusus yang tidak dapat disatukan dengan pembuangan rumah tangga lainnya.

Membuang baterai bersama sampah rumah tangga dapat mengekspos alam terhadap bahan bahan kimia yang terdapat pada baterai.

Baca juga: Smartwatch, antara Gaya, Kebutuhan, dan Problem Kehabisan Baterai...

6. Pakaian

Di dunia, 100 miliar pakaian diproduksi setiap tahunnya. Dari jumlah itu, 85 persen di antaranya berakhir di penumpunan sampah dan tidak mudah terurai.

“Penumpukan tersebut menjadi salah satu sumber gas metana terbesar yang dapat memicu pemanasan global,” cetus perempuan lulusan Teknik Lingkungan ITB ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.