Kompas.com - 20/03/2020, 20:11 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com - Pemilik sebuah stasiun radio dari Santa Clarita, California, AS, Carl Goldman telah dikarantina sejak 3 Februari lalu karena terbukti positif mengidap virus corona.

Kala itu, Goldman tengah berada di kapal pesiar Diamond Princess.

Usai didiagnosis dengan Covid-19, Goldman, 67 tahun, menghabiskan hari-harinya dengan berbagai tindakan medis dan diisolasi dari istrinya, Jeri.

Baca juga: Sajadah Bisa Jadi Media Penyebaran Virus Corona, Ini Penjelasannya

Uniknya, kendati terus bersama sang suami hingga menunjukkan gejala virus, Jeri tetap terbebas dari Covid-19 dan dapat kembali pulang ke rumahnya di California.

Perbedaan antara pria dan wanita dalam epidemi COVID-19 ini tidak terbatas pada satu pasangan saja.

Dengan meningkatnya ancaman virus seiring bertambahnya usia dan beberapa kondisi tertentu, hal itu bisa berdampak sedikit lebih buruk pada pria daripada wanita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini adalah misteri yang coba dijelaskan oleh para ilmuwan.

Baca juga: Kelompok yang Paling Rentan jika Tertular Virus Covid-19

Petunjuk pertama muncul dari penelitian di China. Satu laporan yang menggambarkan kasus awal mengatakan 106 pria didiagnosis COVID-19, lebih banyak dari wanita yang berjumlah 100 orang.

Dalam penelitian lain dari China terhadap 99 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit karena pneumonia, 67 di antaranya adalah pria.

Pria di China yang meninggal dunia karena virus corona juga memiliki angka lebih tinggi daripada wanita, sebesar 2,8 persen berbanding 1,7 persen.

Ketidakseimbangan juga muncul di tempat lain. Dalam analisis pasien yang dites positif di Singapura, terdapat 41 pria dan 26 wanita.

Di Italia, perbedaan ini bahkan lebih mencolok, di mana tiga dari setiap empat kasus yang didiagnosis adalah pria.

Baca juga: Mengapa Korban Meninggal Infeksi Corona di Italia Sangat Banyak

Ini bukan pertama kalinya sebuah virus lebih rentan menyerang pria dibandingkan wanita.

Pada wabah SARS 2003, pria juga dikaitkan dengan penyakit yang lebih parah, dan lebih mungkin meninggal dunia karena SARS.

Meskipun beberapa orang suka berkelakar tentang pria yang mengeluh lebih banyak dari wanita mengenai penyakit yang sama, penelitian menunjukkan ada faktor lebih serius.

Eng Eong Ooi, wakil direktur Emerging Infectious Program di Singapore Duke-NUS Medical School menyebut, kendati tidak mengetahui alasan pria berisiko lebih besar terkena COVID-19, sejumlah penjelasan terdengar masuk akal.

Baca juga: Hindari Virus Corona, Seorang Pria Pakai Kostum T-Rex di Jalan

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.