4 Tips Sukses Work From Home Sambil Mengurus Anak di Rumah

Kompas.com - 27/03/2020, 08:15 WIB
Ilustrasi kerja dari rumah. SHUTTERSTOCKIlustrasi kerja dari rumah.

 3. Berbagi tugas

Maira Wenzel dan suaminya sama-sama bekerja untuk Microsoft dan telah menjalani work from home selama dua minggu.

Mereka menyadari bahwa mereka bisa bekerja bersama di dalam satu ruangan , tetapi tidak saat keduanya menerima panggilan.

“Kami membuat ruang kantor kecil di rumah, tetapi itu di tengah ruang main anak,” kata Wenzel.

Muncul dalam video calls dikelilingi mainan memang bisa dimaklumi rekan kerjanya dalam situasi tersebut. Apalagi, kedua anaknya, baik yang masih duduk di TK dan yang sudah kelas 3 SD juga sedang menjalani kegiatan belajar di rumah.

Agar komunikasi dengan rekan kerja berjalan baik, maka Wenzel membuat kesepakatan dengan sang suami untuk berbagi tugas sesuai kalender kerja mereka.

Di hari pertama anak-anak belajar di rumah, Wenzel membuatnya seakan itu hari libur, dengan membiarkan anak-anak bermain video games dan bersantai sebelum mereka memulai rutinitas.

Tetapi, ia harus bertanggung jawan membuat anak-anak yang sedang berteriak, menjadi tenang dan terdiam ketika suaminya dalam panggilan konferensi.

“Sebenarnya hal seperti ini bisa terjadi pada siapa saja,” katanya.

Baca juga: Work from Home, Meja Setrika Pun Jadi Meja Kerja

4. Harapan yang realistis

Nicole Coomber, seorang profesor manajemen dan organisasi di Robert H. Smith School of Business di Universitas Maryland mengatakan, tidak ada keuntungan profesional dengan berpura-pura bahwa semuanya normal.

Kecemasanmu akan berkurang dan kamu bisa mengelola harapan orang- orang dengan lebih baik, jika kamu terbuka pada rekan kerja tentang apa yang terjadi.

"Kami tahu, ketika tim memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dan perasaan aman, mereka akan tampil lebih baik," katanya.

"Tapi ketika kamu terbuka dengan rekan kerja, itu membantu mereka memahami bahwa mereka juga bisa jujur."

Nicole mempraktikkan ini pada Jumat lalu, ketika dia membawa keempat putranya, usia 4 hingga 9 tahun, pergi hiking, meskipun dia memiliki jadwal panggilan konferensi saat itu.

Dengan lebih dari 50 peserta panggilan konferensi yang hadir, dia menjadi model nyata bagi orang lain dengan mengakui bahwa dia sedang bersama anak-anaknya di luar ruangan.

Demikian pula, jujurlah dengan diri sendiri bahwa kita bukanlah sosok sempurna bagi anak- anak di rumah, kata Nicole.

"Guru anak-anak kita adalah seorang profesional," katanya. "Aku tidak bisa menjadi guru sekolah dasar dalam semalam. Itu tidak realistis bagi kebanyakan dari kita dan semua orang perlu bersyukur lebih banyak, baik di tempat kerja dan di rumah," pungkas Nicole.

 Baca juga: Pentingkah Tetap Tampil Cantik Saat Work From Home?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X