Glenn Fredly Meninggal karena Meningitis, Apa Itu?

Kompas.com - 08/04/2020, 21:25 WIB
Glenn Fredly tampil dalam konser tunggalnya yang bertajuk Cinta Beta di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/12). Konser ini menceritakan perjalanan 17 tahun Glenn berkarya di kancah musik Indonesia. Dalam konser ini Glenn membawakan 24 lagu andalan. 

Kompas Images/Mundri Winanto
02-09-2012

DIMUAT 1/9/12 HAL 15 *** Local Caption *** Glenn Fredly tampil dalam konser tunggalnya yang bertajuk Cinta Beta di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (2/9). Konser ini menceritakan perjalanan 17 tahun Glenn berkarya di kancah musik Indonesia. Dalam konser ini Glenn membawakan 24 lagu andalan. 

Kompas Images/Mundri Winanto
02-09-2012 KOMPAS IMAGES/ MUNDRI WINANTOGlenn Fredly tampil dalam konser tunggalnya yang bertajuk Cinta Beta di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/12). Konser ini menceritakan perjalanan 17 tahun Glenn berkarya di kancah musik Indonesia. Dalam konser ini Glenn membawakan 24 lagu andalan. Kompas Images/Mundri Winanto 02-09-2012 DIMUAT 1/9/12 HAL 15 *** Local Caption *** Glenn Fredly tampil dalam konser tunggalnya yang bertajuk Cinta Beta di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (2/9). Konser ini menceritakan perjalanan 17 tahun Glenn berkarya di kancah musik Indonesia. Dalam konser ini Glenn membawakan 24 lagu andalan. Kompas Images/Mundri Winanto 02-09-2012

KOMPAS.com - Musisi kenamaan Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) pukul 18.00 WIB. Pelantun “Cinta Putih” ini dikabarakan meninggal dunia, karena penyakin meningitis yang ia derita.

Apa itu penyakit meningitis?

Meningitis adalah peradangan selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

Pembengkakan akibat meningitis biasanya memicu gejala-gejala seperti sakit kepala, demam, dan leher kaku.

Sebagian besar kasus meningitis disebabkan oleh infeksi virus, tetapi infeksi bakteri, parasit dan jamur bisa menjadi penyebab lainnya.

Baca juga: Selamat Jalan, Bung Glenn Fredly!

Beberapa kasus meningitis membaik tanpa pengobatan dalam beberapa minggu. Tapi pada kasus lain, dapat mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan antibiotik darurat.

Gejala menignitis

Gejala meningitis dini dapat menyerupai flu (influenza). Gejala dapat berkembang selama beberapa jam atau beberapa hari.

Tanda-tanda dan gejala yang mungkin pada dewasa dapat meliputi:

* Demam tinggi yang tiba-tiba

* Leher kaku

* Sakit kepala parah yang tak seperti biasanya

* Sakit kepala karena mual atau muntah

* Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi

* Kejang

* Kantuk atau susah bangun

* Sensitivitas terhadap cahaya

* Tidak nafsu makan atau haus

* Ruam kulit (kadang-kadang, seperti pada meningitis meningokokus)

Baca juga: Selain Teka-teki Silang, Ini Cara Terbaik Menjaga Kesehatan Otak

Kapan harus ke dokter

Cari perawatan medis segera jika kamu atau anggota keluarga lainnya memiliki gejala meningitis, seperti:

- Demam

- Sakit kepala parah terus-menerus

- Kebingungan

- Muntah

- Leher kaku

Meningitis disebabkan oleh bakteri serius, dan bisa berakibat fatal dalam beberapa hari tanpa perawatan antibiotik yang tepat. Perawatan yang tertunda meningkatkan risiko kerusakan otak permanen atau kematian.

Penting juga untuk berbicara dengan dokter jika anggota keluarga atau kamu menderita meningitis. Penderita mungkin juga perlu minum obat untuk mencegah infeksi.

Baca juga: Cara Mudah Jaga Kesehatan Otak Tanpa Konsumsi Suplemen

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X