Benarkah Sinar UV Dapat Membunuh Virus Corona?

Kompas.com - 15/04/2020, 18:09 WIB
Ilustrasi sinar matahari beerphotographerIlustrasi sinar matahari
Editor Wisnubrata

Jawaban singkatnya, mungkin saja. Namun, Anda disarankan untuk tidak menggantungkan cara pencegahan virus corona pada keduanya.

Sebab, para peneliti belum mengetahui waktu yang dibutuhkan UVA dan UVB untuk bisa membunuh virus yang ada di dalam tubuh kita.

Selain itu, para peneliti pun belum mengetahui kekuatan tenaga UVA dan UVB yang dibutuhkan untuk bisa membunuh virus yang ada pada kulit.

Sebuah studi pada SARS (saudara dekat Covid-19) membuktikan, tidak ada efek apa-apa dari sinar UVA saat diekspos ke kulit selama 15 menit. Namun sayangnya, studi itu tidak mencoba sinar UVA lebih dari 15 menit. Selain itu, sinar UVB juga tidak masuk ke dalam uji cobanya.

Kesimpulannya adalah, klaim sinar UV dapat membunuh virus corona, masih mitos dan membutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikannya.

Mengingat studi ini masih terbatas pada hewan uji saja, maka jangan asal percaya dengan mitosnya!

Dibandingkan mencoba hal-hal yang belum pasti, lakukan saja cara pencegahan virus corona yang sudah terbukti. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, siapkan selalu hand sanitizer, gunakan masker jika keluar rumah, dan lakukan physical distancing!

Baca juga: 5 Kelemahan Virus Corona yang Bisa Dimanfaatkan untuk Cegah Penularan

Halaman:


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X