Kompas.com - 05/05/2020, 17:01 WIB

Namun, hal itu tidak pernah terjadi di pertengahan era 1980-an. Adidas adalah penguasan lebih dari 50 persen pendapatan di sektor tersebut.

Bahkan, Reebok yang baru muncul kala itu, sudah mampu melampaui pendapatan Nike pada tahun 1987.

Lalu, Converse adalah merek pilihan untuk bintang NBA seperti Magic Johnson, Larry Bird, dan juga Julius Erving, bukan Nike.

Jordan pun memakai sepatu Converse di University of North Carolina. Kemudian, setelah dipinang oleh Chicago Bulls, pilihan sneaker pertama Jordan pun adalah Adidas.

Agen Jordan, David Falk, yang menciptakan istilah Air Jordan, lantas mempunyai ide lain.

Dia yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Nike, mendorong Jordan untuk mempertimbangkan perusahaan alat olahraga asal Oregon, tersebut.

Hingga, akhirnya Nike menawarkan kontrak lima tahun dengan nilai pokok 500.000 dollar AS per tahun kala itu, atau tiga kali lipat dari kesepakatan sneaker NBA lainnya.

Kegaduhan lalu muncul ketika sepatu pertama Jordan dengan Nike dilarang oleh NBA karena tidak memenuhi standar warna yang ditetapkan liga NBA.

Baca juga: Eminem Lelang Sepatu Jordan Langka untuk Penanganan Covid-19

Namun, Nike bersedia membayar denda, dan lalu memanfaatkan momen itu untuk iklan versi "1984" yang ikonik.

"Pada 15 Oktober, Nike menciptakan sepatu basket baru yang revolusioner."

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Forbes
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.