Kompas.com - 14/05/2020, 14:05 WIB
Editor Wisnubrata

Dengan demikian, talas ungu bisa jadi pilihan karbohidrat yang tetap aman untuk kadar gula darah.

2. Mengurangi risiko penyakit jantung

Masih berkat kandungan seratnya yang unik, talas ungu bisa mencegah seseorang terkena penyakit jantung.

Dalam sebuah riset, tambahan 10 gram serat per hari bisa menurunkan risiko seseorang meninggal akibat penyakit jantung hingga 17%.

Terlebih, talas ungu mengandung lebih dari 6 gram serat per sajian 132 gram, dua kali lipat dari kentang. Karbohidrat resistant starch dalam talas ungu juga menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

Baca juga: Manfaat Bengkoang, si Umbi Putih yang Kaya Serat

3. Kandungan antikanker

Talas ungu mengandung polifenol yang bisa mengurangi risiko seseorang menderita kanker. Jenis polifenol dalam talas ungu adalah quercetin, sama seperti yang ada di buah apel, teh, dan bawang.

Dalam uji laboratorium, quercetin bisa membunuh sel kanker dan mencegah berkembangnya sel kanker tertentu.

Tak hanya itu, talas ungu juga mengandung antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat zat radikal bebas, termasuk menyebabkan kanker. Penelitian tentang keterkaitan hal ini masih terus berlangsung.

4. Membantu turunkan berat badan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.