Kompas.com - 05/07/2020, 10:15 WIB
. Shutterstock.

Genom adalah keseluruhan informasi genetik yang dimiliki suatu sel atau organisme.

Mereka lantas membandingkan urutan genom ini dengan apa yang sudah dikenali secara publik.

Pengurutan ini membantu mereka menggambar peta penyebaran kedua bentuk virus.

"Hingga 1 Maret 2020, varian G614 jarang ditemukan di luar Eropa, tetapi pada akhir Maret frekuensinya meningkat di seluruh dunia," catat mereka.

Meski begitu, ada pengecualian di beberapa lokasi, termasuk Santa Clara, California, dan Islandia, di mana bentuk lama virus corona tidak tergantikan dengan versi barunya.

Para peneliti mengungkapkan, virus versi baru itu tampaknya berkembang biak lebih cepat di saluran pernapasan bagian atas, yakni hidung, sinus, dan tenggorokan.

Itulah yang diduga menjadi penyebab mengapa virus ini menyebar lebih mudah.

Tes pada 1.000 orang pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit di Inggris menunjukkan temuan baru.

Baca juga: Bagaimana Menghindari Paparan Virus Corona di Lift?

Didapati, keadaan mereka yang terinfeksi dengan virus versi baru ini tidak lebih buruk daripada mereka yang tertular virus sebelumnya.

Bette Korber, Ahli Biologi Teoritis dari Laboratorium Nasional Los Alamos menilai, penelitian itu menyoroti nilai disiplin yang ada saat ini perlu terus dilanjutkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.