Kompas.com - 11/07/2020, 17:00 WIB

KOMPAS.com--Sejumlah klinik bedah kosmetik di seluruh dunia melaporkan peningkatan pasien yang melakukan bedah plastik selama pandemi virus corona.

Hal ini karena selama pandemi mereka justru bisa menyembunyikan bekas operasi di balik masker atau memanfaatkan waktu bekerja dari rumah untuk pemulihan luka.

Meskipun pandemi menutup banyak bisnis, namun sejumlah klinik bedah plastik tetap buka dan kedatangan banyak pasien. 

Klinik di Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan dan Australia mengalami peningkatan pasien yang datang untuk perawatan estetika, termasuk suntik filler bibir, botox, face lifts atau meniruskan wajah dan memperbaiki bentuk hidung.

"Saya memutuskan untuk melakukan prosedur selama karantina karena itu memungkinkan saya melakukan penyembuhan di rumah sendiri,” kata Aaron Hernandez, seorang pasien yang menjalani filler bibir dan pengangkatan lemak pipi di Los Angeles.

Baca juga: Operasi Plastik di Dokter Tompi, Dara Arafah Habiskan Rp 100 Juta

Ia mengatakan, mengoreksi bentuk bibir bukan sesuatu yang akan dilakukan mayoritas pria, jadi beberapa orang mungkin akan menganggapnya aneh.

"Karena itu aku lebih suka tinggal di rumah dan pulih sepenuhnya dan orang-orang tidak tahu apa yang telah kulakukan (pada wajah) begitu aku keluar (rumah lagi),” imbuhnya.

Sebelumnya, Aaron pernah melakukan prosedur filler bibir sebelum masa karantina. Ia pun terpaksa pergi ke tempat umum dengan bibir yang masih bengkak dan memar.

Melebihi waktu normal

Rod J Rohrich, seorang ahli bedah kosmetik yang berbasis di Texas mengatakan dia kedatangan lebih banyak pasien.

"Bahkan lebih dari saat normal. Kami mungkin bisa beroperasi enam hari seminggu jika kami mau. Sangat menakjubkan," katanya.

Baca juga: New Normal, Tak Semua Perawatan Bisa Dilakukan di Klinik Kecantikan

Rod menambahkan, biasanya orang harus mempertimbangkan masa pemulihan di rumah dan harus meninggalkan pekerjaan ketika memutuskan untuk operasi. Tetapi sekarang banyak orang yang bekerja dari rumah, sehingga masalah itu tidak perlu dipertimbangkan.

ilustrasi bedah plastikDragonImages ilustrasi bedah plastik

"Mereka benar-benar dapat pulih di rumah dan juga mereka dapat memiliki masker yang mereka kenakan ketika mereka pergi ke luar setelah operasi hidung atau facelift," katanya.

Bukan hanya Amerika Serikat yang mendapati peningkatan pasien selama wabah. Korea Selatan, yang terkenal dengan operasi kosmetiknya, termasuk negara pertama yang menemukan kasus virus corona di negaranya.

Alih-alih melakukan lockdown, Korea Selatan memilih menguatkan social distancing dan meminta warganya untuk bekerja dari rumah.

Klinik kosmetik telah melihat penurunan pengunjung asing atau yang berasal dari negara di luar Korea, namun warga lokal banyak yang ke klinik untuk melakukan perawatan. Sejumlah klinik memilih untuk menawarkan diskon.

Baca juga: Pipi Tirus dan Lebih Mancung dengan Conturing Suntikan Filler

Operasi kosmetik sangat populer di Korea Selatan dan penduduk setempat berbondong-bondong ke klinik.

Salah satunya, seorang guru sekolah menengah berusia 54 tahun yang menjalani operasi kelopak mata pada bulan Februari mengatakan kepada Joongang Daily bahwa "setiap klinik bedah plastik yang saya kunjungi penuh sesak".

Rumah Sakit BK di Seoul mengatakan bahwa pada awal pandemi ini, orang-orang memang sempat merasa takut untuk pergi ke klinik. Tetapi kini lebih banyak penduduk setempat mulai datang ke klinik.

"Pasien mulai merasa aman dan nyaman untuk menjalani operasi, meskipun masih ada Covid-19 dan jumlah pasien terus meningkat," kata juru bicara rumah sakit.

"Terlepas dari virus corona, jumlahnya (pasien klinik kecantikan) diperkirakan meningkat setengahnya dibandingkan musim yang sama tahun lalu,” imbuhnya.

Permintaan dari pasien asing juga meningkat. Untuk sementara mereka melakukan pendaftaran online dan akan melakukan tindakan setelah pembatasan perjalanan dicabut.

Baca juga: Pergeseran Tren Kecantikan akibat Pandemi

Kondisi serupa juga ditemui di Jepang. Klinik kecantikan mengalami peningkatan jumlah pasien, terutama klinik yang menawarkan prosedur rawat jalan dan selesai di hari yang sama.

Lonjakan itu mendorong Asosiasi Kedokteran Estetika Jepang untuk memperingatkan bahwa perawatan kosmetik "tidak penting bagi banyak orang".

Masyarakat diimau untuk menjauh dari operasi untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Bagi Mr Hernandez, operasi selama wabah adalah waktu yang tepat.

"Itu benar-benar memberi saya lebih banyak waktu untuk sembuh. Saya bisa minum obat yang mungkin tidak akan bisa saya konsumsi jika saya mengemudi dan saya bisa membuat area bibir dan wajah saya lebih tenang,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.