Simak, Tips Bersepeda Sambil Melatih Otot

Kompas.com - 18/07/2020, 14:44 WIB
Tren Bersepeda tengah menjamur di kalangan warga kota. Dyandra PromosindoTren Bersepeda tengah menjamur di kalangan warga kota.

KOMPAS.com - Di tengah pandemi, bersepeda menjadi aktivitas olahraga yang banyak digemari.

Semua pesepeda tentunya tahu bersepeda memberi banyak manfaat terhadap kesehatan.

Sport Medicine Specialist dari Slim + Health Sports Therapy, dr. Michael Triangto, Sp.KO menjelaskan, bersepeda sangat baik untuk meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru.

Selain itu, bersepeda juga bisa menurunkan hipertensi, menurunkan berat badan, hingga menurunkan gula darah.

Baca juga: 4 Langkah Memulihkan Kondisi Tubuh Usai Bersepeda

"Olahraga bersepeda itu bagus untuk meningkatkan kemampuan aerobik, artinya kemampuan jantung dan paru."

"Karena itu olahraga aerobik dikenal juga sebagai olahraga kardio. Kardio dalam bahasa latin artinya adalah jantung."

Demikian dijelaskan oleh dr. Michael ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (17/7/2020).

Nah, tak hanya sebagai olahraga aerobik, ternyata kita bisa menyelipkan latihan otot ketika bersepeda, loh.

Bagaimana caranya?

Dr. Michael menyarankan kita untuk melakukan gerakan latihan kekuatan sederhana, seperti squat, lunges, side lunges, atau calf raises.

Baca juga: Perlukah Pemanasan Sebelum Bersepeda?

Jika ingin yang lebih menantang, kamu juga bisa menambah variasi gerakan.

Salah satu caranya adalah membuat sepeda seolah pengganti beban. Kita bisa melakukan squat dan lunges sambil mengangkat sepeda, misalnya, ketika istirahat atau sebelum dan sesudah bersepeda.

Sementara pada waktu seperti jeda lampu merah, kita bisa melakukan calf raises.

Calf raises merupakan gerakan seperti berjinjit yang membuat otot betis menjadi kencang, tahan beberapa saat lalu turunkan kaki kembali.

Menyelipkan latihan otot di sela aktivitas bersepeda bisa memberi kita manfaat, meskipun kita cenderung tak menyadari telah melakukannya.

Baca juga: Bersepeda dalam Kondisi Perut Kosong, Efektif Turunkan Berat Badan?

"Jadi buatlah latihan yang tidak kelihatan seperti latihan," kata dia.

Mengenai repetisi, aturlah sesuai dengan kemampuan diri dan waktu yang tersedia. Hal yang terpenting adalah membuatnya menjadi latihan rutin yang terprogram.

"Kalau cuma sekali-sekali namanya pakai (sepeda) buat transrpotasi, bukan buat olahraga," ucap dr. Michael.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X