Zoya Perkenalkan Busana Muslim dengan Teknologi Antivirus

Kompas.com - 30/07/2020, 16:52 WIB
Salah satu koleksi Zoya Viroblock Series. Dokumen ZoyaSalah satu koleksi Zoya Viroblock Series.

KOMPAS.com – Pandemi yang belum berhasil diatasi membuat kita tetap harus waspada dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Untuk mendukung aktivitas di era normal baru, merek busana muslim Zoya memperkenalkan teknologi terbaru dalam material kain yang diklaim bisa menangkal virus.

CEO Shafira Corporation, Deny Setiawan mengatakan, teknologi antivirus Viroblock Series telah teruji pada laboratorium di Swiss dan Melbourne, Australia.

“Teknologi HeiQ Viroblock ini juga teruji membunuh bakteri dan jamur. Teknologi ini diaplikasikan pertama kali oleh Zoya untuk muslim apparel,” katanya dalam siaran pers.

Dikutip dari hospicmedica, HeiQ Viroblock NPJ03 dikembangkan oleh perusahaan teknologi tekstil dari Swiss. Dalam pengujian di laboratorium terbukti teknologi ini mampu melindungi dari Covid-19 atau SARS-CoV-2.

Kombinasi antara teknologi silver antimikroba dan teknologi vesicle diklaim akan menghalau virus, termasuk virus corona.

Baca juga: Lebaran 2020, Busana Muslim Sederhana Jadi Primadona

Deny mengatakan, koleksi Zoya Viroblock Series terdiri dari busana harian yang diaplikasikan untuk kerudung, khimar, masker, dan beragam koleksi busana muslim yang bisa dipakai di rumah atau luar rumah.

Selain itu, Zoya juga memperkenalkan “new normal starter kit” yang terdiri dari mukena, sajadah, masker yang bisa dicuci untuk seluruh keluarga, hingga manset tangan, dan sarung tangan.

Permintaan meningkat

Grup Albaini dari Italia yang menjadi suplier bahan untuk merek-merek ternama seperti Kering, Armani, dan Prada, juga dilaporkan mengembangkan kain antivirus yang disebut ViroFormula buatan HeiQ.

Penggunaan material kain antivirus dan bakteri sendiri sebenarnya sudah ada sejak sebelum pandemi. Teknologi ini dipakai untuk mengurangi frekuensi mencuci pakaian. Namun, sejak adanya pandemi, kini teknologi ini memberi efek perlindungan.

Kendati begitu, para ahli mengingatkan bahwa produk pakaian dengan teknologi ini sebaiknya diperlakukan sebagai tambahan perlindungan, bukan pelindung utama.

Dalam hal pencegahan Covid-19, penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak dengan orang lain, tetap yang utama.

Baca juga: Soal Kalung Antivirus Kementan, Ini Tanggapan IDI



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X