Kompas.com - 07/08/2020, 16:35 WIB
Ilustrasi menyusui shutterstockIlustrasi menyusui

 

KOMPAS.com - Pekan menyusui yang jatuh pada tanggal 1-7 Agustus dirayakan dengan mengajak para ibu untuk pantang menyerah memberikan ASI bagi putra-putrinya.

Proses menyusui atau memberi ASI pada sebagian ibu memang tak semudah yang dibayangkan. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, mulai dari pelekatan yang tidak tepat hingga masalah kurang tidur.

Tak heran jika berbagai tantangan tersebut membuat para ibu baru terkaget-kaget. Apalagi, banyak juga ibu baru yang belum memahami cara menyusui dengan benar.

Baca juga: 5 Nutrisi Penting yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

Berikut adalah fakta menyusui yang sebaiknya diketahui oleh para ibu baru, seperti dilansir The Quint:

1. Tanpa henti

Umumnya dokter mengatakan, bayi baru lahir perlu menyusu setiap dua hingga tiga jam. Apa yang tidak mereka katakan adalah bahwa frekuensi pemberian ASI dihitung sejak awal waktu menyusui hingga selama hampir tiga bulan, setiap satu kali proses menyusui kemungkinan bertahan hingga satu jam.

Jadi ketika ibu baru mulai meluruskan punggung untuk beristirahat, waktu menyusui berikutnya sudah tiba.

Menyusui adalah siklus tanpa henti, sehingga akan sulit bagi ibu untuk menyelesaikan apa pun. Kamu hanya punya sedikit waktu untuk melakukan panggilan telepon, atau untuk membereskan rumah yang berantakan.

Harus diakui, bahwa perawatan bayi dalam empat bulan pertama, adalah pekerjaan penuh waktu yang melelahkan, namun juga penuh kebahagiaan.

Baca juga: 5 Cara agar Ibu Tetap Sehat Selama Menyusui

2. Rasa sakit pada puting

Sejujurnya, menyusui bisa terasa menyiksa selama satu atau dua bulan pertama. Tetapi, satu-satunya cara untuk melewati puting yang berdarah adalah dengan terus menyusui.

Sebagian ibu akan mengalami lecet pada puting payudara dan disertai rasa nyeri.

Untuk mengobatinya, cukup lakukan terus proses menyusui dan biarkan mulut si kecil yang mengobatinya.

Namun rasa sakit dijamin hilang saat mata ibu dan si kecil bertemu, dimana bayi seakan mengucap terima kasih pada ibunya.

Berikut adalah beberapa metode yang bisa dilakukan para ibu untuk mengurangi rasa sakit saat menyusui, sesuai dengan buku WHO, Pregnancy, Childbirth, Postpartum and Newborn Care: A Guide for Essential Practice.

- Posisi yang benar: Menggendong bayi dengan benar adalah kuncinya. Pastikan kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, kemudian dekatkan bayi dengan tubuh.

Sokong seluruh tubuh bayi, bukan hanya leher dan bahu. Ini adalah posisi menyusui yang jauh lebih nyaman bagi ibu dan anak.

- Pelekatan dengan benar: Bagaimana bayi melekat pada puting juga penting. Sentuh bibir bayi dengan puting, tunggu sampai dia membuka mulutnya lebar-lebar, dan cepat pindahkan payudara ke dalam mulut bayi sambil mengarahkan ke bibir bawah (ini meningkatkan kualitas pelekatan).

Kelekatan yang baik adalah ketika bibir bawah diputar ke luar, dagu bayi menyentuh payudara dan areola terlihat lebih tinggi di atas bibir bayi.

- Menyusui dengan benar: Jika mulut bayi terbuka lebar dan ia menyusu perlahan, dalam, dan kadang-kadang berhenti untuk bernapas, maka proses menyusu ini benar. Jika tidak, ibu harus memperhatikan kembali posisi dan pelekatan bayi.

- Melepas dengan benar: Ingatlah bahwa menyusu menciptakan ruang hampa dan melepaskan mulut bayi dari puting secara paksa juga dapat menyebabkan rasa sakit. Tunggu sampai bayi selesai menyusu, dan dia akan melepaskan puting secara alami.

- Pakaian ibu: Bra hamil yang dipakai harus nyaman dan memberikan dukungan yang tepat untuk payudara. Jika terlalu ketat atau jenis yang salah, kemungkinan besar ibu akan mengalami rasa sakit.

Cari bra maternity yang sempurna untuk bentuk dan jenis payudaramu dan kenakan pakaian longgar dan nyaman.

Baca juga: Pentingnya Konsumsi Telur bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X