Kompas.com - 03/09/2020, 10:53 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
Editor Wisnubrata

Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda bisa memberikan paracetamol khusus bayi dan anak dengan dosis yang wajar sebagai pertolongan pertama kepala bayi terbentur, apabila diperlukan.

Tetapi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak untuk memastikan obat pereda nyeri yang aman dikonsumsi oleh Si Kecil.

4. Istirahatkan bayi

Saat kepala bayi terbentur, ia mungkin akan kaget dan menangis. Anda dapat membiarkan bayi untuk beristirahat sejenak.

Sesekali cek apakah bayi Anda masih bernapas seperti biasa dan tetap responsif. Segera cari bantuan medis apabila bayi tidak dapat dibangunkan.

5. Pantau gejala atau tanda-tanda tak biasa pada bayi

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda atau gejala tidak biasa setelah terbentur, susah makan, dan menjadi rewel, segera periksakan Si Kecil ke dokter anak. Dengan ini, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kondisi buah hati Anda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 9 Mitos Tentang Perawatan Bayi Baru Lahir dan Faktanya

Kapan kepala bayi terbentur harus diperiksakan ke dokter?

Cedera ringan pada kepala bayi terbentur umumnya tidak memerlukan pemeriksaan CT scan.

Namun, untuk risiko cedera sedang dan tinggi, disarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Tentu hal ini membutuhkan evaluasi dari dokter terlebih dahulu.

Sebaiknya, segera bawa Si Kecil ke unit gawat darurat dan hubungi dokter anak guna mendapatkan penanganan medis yang tepat apabila bayi Anda menunjukkan gejala atau tanda-tanda di bawah ini:

  • Bayi di bawah usia 2 tahun
  • Bayi rewel dan tidak berhenti menangis
  • Muntah terus-menerus
  • Ubun-ubun tampak menonjol
  • Sulit dibangunkan saat tidur
  • Sulit bernapas
  • Kejang
  • Pupil mata membesar
  • Keluar cairan bening dari hidung, telinga, atau mulut
  • Gangguan penglihatan, pendengaran, dan wicara
  • Lemas, kehilangan tenaga, atau tidak bisa bergerak (lumpuh)
  • Perdarahan terus-menerus dari hidung atau mulut
  • Bayi jatuh dari ketinggian kurang lebih 1 meter
  • Ada luka yang terbuka cukup parah sehingga butuh jahitan
  • Kepala benjol disertai pembengkakan di beberapa area tubuh
  • Memiliki riwayat cedera otak

Kepala bayi terbentur dapat terjadi di mana dan kapan saja, baik sedang merangkak, berjalan, bermain, terbentur barang-barang di sekitarnya, atau bahkan jatuh dari tempat tidur.

Maka dari itu, buatlah lingkungan yang aman untuk Si Kecil dan usahakan gerak-geriknya selalu berada di bawah pengawasan orangtua.

Baca juga: Tips Aman Memandikan Bayi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.