Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Tips untuk Pria Ubah Kebiasaan Makan demi Kesehatan

Kompas.com - 23/10/2020, 07:00 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber Eat This

KOMPAS.com - Stres bekerja membuat para pria cenderung makan sembarangan dan mengonsumsi banyak kafein atau alkohol.

Kebiasaan ini tentunya berisiko tinggi terhadap penyakit-penyakit kardiovaskular, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga kanker.

Untuk itu, perlu disimak tips kebiasaan mengonsumsi makanan sehat bagi pria berikut ini.

1. Kurangi daging merah

Rata-rata pria lebih suka makan daging. Sebuah penelitian di dalam jurnal Frontiers in Psychology menyoroti data yang mendukung kalau daging melambangkan maskulinitas.

Baca juga: Risiko Wanita Terpapar Covid-19 Lebih Rendah Dibanding Pria, Kenapa?

Selain itu, daging memang mudah meningkatkan rasa lapar pada pria.

Namun, terlalu banyak mengonsumsi daging merah bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

American Heart Association mengatakan, pria biasanya terkena penyakit jantung 10-15 tahun lebih awal daripada wanita, jadi mereka mungkin akan meninggal lebih cepat.

Sebagai pengganti daging merah, mulailah mengonsumsi beberapa makanan dengan daging putih, ikan, atau protein nabati.

2. Makan sayuran yang berbeda

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, hanya sembilan persen pria AS yang mengonsumsi 2-3 mangkok sayuran yang direkomendasikan per hari.

Ahli gizi pangan University of Texas School of Public Health, Dallas, Wesley McWhorter menyarankan, para pria makan berbagai sayuran dengan warna berbeda untuk menjadi kebiasaan yang baik.

Secara khusus, masukkan kubis ungu di dalam daftar belanjaan makanan.

"Salah satu sayuran dengan nilai antioksidan tertinggi adalah kubis ungu, sangat murah, dan tahan lama," kata dia.

Baca juga: Tips Simpan Sayuran di Kulkas untuk Nia Ramadhani

"Kubis ungu juga tinggi serat, sehingga memberi makan bakteri baik di usus," sambung dia.

3. Berhenti makan malam

Banyak pria mengonsumsi banyak kalori saat larut malam. Para pria juga lebih mungkin memesan makanan antara jam 22,00 hingga pukul dua dinihari. 

Sebuah studi yang dilaporkan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism edisi 2020 mendukung penelitian lain yang menunjukkan korelasi antara makan larut malam dan obesitas serta sindrom metabolik.

Dalam studi baru, para peneliti menguji darah sukarelawan yang sehat setelah mereka makan pada pukul 22.00.

Mereka menemukan, makan malam memperburuk toleransi glukosa dan mengurangi jumlah lemak yang dibakar tubuh.

4. Mengontrol porsi makan

Mengontrol porsi makan adalah kunci untuk menjaga berat badan yang sehat tanpa menyangkal kenikmatan makan.

"Potong porsinya menjadi dua. Setelah selesai jika kalian masih merasa lapar, makanlah sedikit lebih banyak," ujar McWhorter.

5. Hindari camilan

Sulit memang untuk mengatakan tidak pada camilan asin, berminyak, dan renyah yang menyenangkan itu.

Baca juga: Ini 5 Camilan yang Bisa Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Namun, jika kalian membuat kebiasaan mengunyah camilan, perut kemungkinan akan merasa kenyang lebih cepat tanpa ada nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

6. Biasakan minum air putih

Membiasakan minum air putih dapat membuat kita mengurangi minuman berkalkohol dan makanan berkalori tinggi.

Apalagi, mengonsumsi alkohol dengan jumlah banyak terbukti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, dan mengganggu sistem metabolik.

Minum lebih banyak air putih sangat bermanfaat untuk mengisi kembali cairan dan membantu tubuh tetap terhidrasi.

7. Banyak mengonsumsi protein nabati

Menerapkan pola konsumsi makanan nabati ternyata efektif dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan kematian secara keseluruhan.

Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 9.000 pria dalam jurnal Andrology menemukan, pria yang mengonsumsi protein secara teratur cenderung memiliki jumlah sperma yang lebih tinggi dan motilitas yang lebih besar.

8. Makan alpukat

Lebih banyak pria yang memiliki tekanan darah tinggi, setidaknya sampai usia 45 tahun.

Langkah pencegahannya adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kalium sehingga membantu pembuluh darah rileks.

Baca juga: Jangan Simpan Alpukat, Tomat, dan Kentang di dalam Kulkas

American Heart Association merekomendasikan alpukat sebagai sumber kalium yang terbaik

Selain itu, satu penelitian menemukan, orang yang menambahkan satu alpukat setiap hari ke dalam makanan mereka memiliki lebih sedikit kadar kolestrol LDL dalam darah.

Terlebih lagi, alpukat dapat memuaskan rasa lapar untuk jangka waktu yang lama dan mengurangi keinginan untuk makan camilan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Eat This
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com