Kompas.com - 29/10/2020, 16:25 WIB
Ilustrasi anak shutterstockIlustrasi anak

Anak tentu akan merasa tertekan, khawatir, cemas dan terkadang sedih, karena maslaah isolasi sosial ini.

Pasalnya anak tak lagi bisa bebas bermain dengan teman-temannya, mengunjungi sanak keluarga dan mengeksplor sekitar.

3. Menghadapi kemarahan serta kelelahan orangtua

Tekanan pekerjaan sekaligus mendampingi anak sekolah daring dari rumah bisa membuat orangtua menjadi stres. Hal ini memicu kemarahan yang seringkali diluapkan pada anak.

Kemarahan orangtua seringkali membuat anak-anak merasa tertekan dan memicu permasalahan pada mental mereka.

Ketiga faktor ini bisa kita jadikan acuan agar kesehatan mental anak tetap terjaga di tengah pandemi virus corona ini.

“Terima fakta tersebut, kemudian kita lakukan adaptasi dengan situasi ini, pelajari hal-hal baru. Harus fleksibel menghadapi situasi-situasi yang berubah, tidak boleh kaku,” ungkap Zulvia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cara Mengatasi Depresi pada Anak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.