Kompas.com - 06/11/2020, 13:44 WIB

Dirinya kemudian menyadari menjaga pola makan saja tidak cukup. Davie harus berolahraga untuk menjaga tubuhnya tetap bugas. Pilihan jatuh ke lari.

"Berlari membuat orang merasa sehat dan bugar sehingga saya mencobanya pada 2011. Ternyata itu mengubah permainan untuk berat badan dan hidup saya," katanya.

Ketika mencoba lari pertama kali, Davie memiliki target untuk mencapai objek tertentu. Setelah berhasil, ia akan berjalan sebentar dan kemudian lari lagi.

Perjuangannya memang sangat keras dan tidak mudah. Bahkan dirinya pernah mengalami kehabisan napas dan merasa kakinya seperti patah.

Saat itu Davie tetap harus berjalan pulang. Sepanjang perjalanan ia menangis karena berpikir itulah akhir dari olahraga larinya.

Kemudian ia berbincang dengan seorang kerabat dan diberi tahu jika kemungkinan masalah yang dihadapinya bersumber dari IT band atau sindrom ligamen iliotibial.

Kerabat Davie kemudian memberinya beberapa sumber daya yang cocok untuk lari.

Seminggu setelah istirahat dan menjalani pemulihan, ia mendapatkan sepatu baru dan mulai meningkatkan kecepatan berlarinya.

"Momen besar bagi saya adalah balapan 5K pertama. Saat itu saya yakin dan percaya diri saya pelari," kata Davie.

Padahal sebelum perlombaan itu, ia tidak pernah berlari sejauh 5 kilometer mempuh jarak sejauh maupun hanya berlari tanpa berjalan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.