Kompas.com - 06/11/2020, 13:44 WIB

Terlebih setelah tiga tahun menikah, dirinya dan suami tak kunjung diberikan momongan. Kala itu Davie diberitahu sulit memiliki anak dan masalah utama adalah berat badannya.

"Saya tidak ingin menyia-nyiakan satu dekade lagi untuk membiarkan hidup terus berlalu. Jadi saya memutuskan untuk pergi ke Weight Watchers pada September 2006 dan membuat perubahan," katanya.

Dari situlah Davie mendapatkan informasi yang dibutuhkannya. Ia memahami makanan apa yang harus dikonsumsi.

Selain itu, ia juga mendapatkan pendampingan yang mengajarkan batasan soal makanan. Semuanya berdasarkan sistem poin.

Davie bisa memakan semua makanan yang diinginkan tapi mencatatnya dan memberikan poin. Ketika jatah poin hariannya habis, maka ia harus berhenti makan.

Baca juga: Penyebab Tak Terduga Perut Selalu Lapar

"Dengan menciptakan batasan itu, saya belajar untuk hadir dan sadar tentang apa yang dimakan, serta bagaimana, kapan, dan mengapa saya makan," kata Devie.

Diakui olehnya, sebelum mempelajari semua itu, cara makannya sangat 'heboh' dan tidak memperhitungkan rasa lapar.

Ia sanggup makan begitu banyak makanan cepat saji seperti dua burger, kentang goreng, dan soda berukuran besar di malam hari.

Menurut perempuan yang kini berusia 42 tahun, Weight Watchers membantunya merasa lapar untuk pertama kali dalam hidup.

Davie belajar membangun hubungan kembali dengan tubuhnya. Ia sadar berat badan 136 kg tidak ada hubungannya dengan tubuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.