Kompas.com - 09/11/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi berpelukan Shutterstock.com Ilustrasi berpelukan

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membatasi kehidupan sosial banyak orang, sehingga interaksi sosial kita dengan orang lain mungkin tidak sesering sebelumnya.

Padahal, setiap manusia membutuhkan interaksi sosial dengan makhluk sosial lainnya, termasuk membutuhkan sentuhan.

Namun, semua sentuhan, mulai dari bergandengan tangan, berpelukan, hingga berciuman dapat meningkatkan risiko penularan Covid-19.

Apalagi bagi orang-orang yang sangat ketat menerapkan protokol Covid-19, aktivitas-aktivitas tersebut tentunya sangat dihindari.

Kondisi ini ternyata bisa menimbulkan dampak psikologis serius, yakni membuat seseorang "kelaparan" akan sentuhan (touch starvation).

Terapis Heidi McBain, LMFT menjelaskan, kerinduan akan sentuhan adalah kurangnya sentuhan antara diri kita dan makhluk hidup lain.

Kontak kulit-ke-kulit adalah kebutuhan dasar manusia, sama seperti tidur dan makan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tanpa mendapatkannya, seseorang bisa menderita dan ini banyak dialami di masa pandemi seperti saat ini.

Sementara itu, Psikoterapis Alisa Ruby Bash, Psy.D, LMFT menjelaskan bahwa kontak sentuhan dengan orang lain, baik itu interaksi intim maupun sekadar interaksi keakraban, menjadi bagian yang penting dalam perawatan diri seseorang.

Ketika aspek tersebut hilang, maka kita berisiko mengalami peningkatan stres yang lebih tinggi.

Halaman:


Sumber Bustle
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.