Kompas.com - 24/11/2020, 14:46 WIB
Ilustrasi sampah plastik yang menumpuk. Dok. Freepik/jcompIlustrasi sampah plastik yang menumpuk.

KOMPAS.com – Media sosial TikTok dipilih sebagai platform yang tepat untuk mengajak orang muda, khususnya generasi milenial, Z, dan A, agar lebih peduli pada lingkungan salah satunya melalui diet kantong plastik.

Institusi pendidikan bidang komunikasi Talkinc bekerja sama dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dan Tiktok Indonesia menggelar kampanye bersama untuk mengajak anak-anak muda Indonesia lebih peduli soal lingkungan hidup.

Generasi muda diajak bertukar informasi, melakukan aksi peduli lingkungan, dan berdonasi lewat TikTok selama November-Desember 2020.

Chief Executive Officer Talkinc, Erwin Parengkuan, menilai dibandingkan generasi milenial, generasi di bawahnya lebih cuek dan kurang peduli pada sekitar.

“Milenial sangat peduli pada lingkungan, mereka ingin giving back pada komunitasnya. Tetapi generasi Z itu lebih egois, padahal mereka yang akan meneruskan bumi kita,” kata Erwin dalam diskusi virtual Talkinc 16 Years of Collaboration bertema ”Am I Fully Awake?”, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Jangan Buang Kantong Plastik, Cobalah Manfaatkan...

Ia melanjutkan, kerjasama dengan TikTok dianggap sebagai cara komunikasi yang tepat untuk meningkatkan kepedulian remaja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau di platform media sosial lain marketnya beragam, yang lebih tua juga ada. Tetapi hasilnya kurang efektif. Dengan menyasar market di Tiktok sudah tepat untuk memengaruhi generasi muda,” ujarnya.

Edukasi lingkungan dilakukan lewat tantangan atau challenge di Tiktok. Audiens Tiktok yang kebanyakan berusia 14-34 tahun ditantang menunjukkan aksi mereka menyelamatkan lingkungan, baik aksi kecil maupun besar.

”Kita perlu bicara dengan gaya mereka. Kami ingin mereka aktif berpartisipasi, misalnya dengan membuat video tentang tips menjaga lingkungan,” kata Head of Public Policy Tiktok Donny Eryastha.

Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Marifa menambahkan, media sosial memang bukan satu-satunya cara untuk menyebarkan kepedulian lingkungan.

“Juga diperlukan ajakan untuk keluar dari media sosial, untuk melakukan hal-hal yang real dalam kehidupan sehari-hari dalam menjaga bumi. Yang real itu akan menjadi basis percakapan yang lebih berarti di media sosial,” kata Tiza.

Baca juga: Pastikan Tidak Melakukan Hal Ini Pada Sampah Plastik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.