Pentingnya Berpikir Positif untuk Pengembangan Diri

Kompas.com - 14/01/2021, 08:47 WIB
Ilustrasi bersyukur shutterstockIlustrasi bersyukur

Kendati demikian, walau pikiran positif itu penting, tapi tidak bisa dilakukan setiap saat. Terutama setelah terjadi sesuatu yang buruk.

Berpikir positif harus dilakukan dengan cara yang seimbang, bukan malah menjadi toxic positivity," kata Dr Chow.

Toxic positivity terjadi ketika seseorang cenderung mengabaikan, menolak, maupun menghindari peristiwa atau emosi negatif seperti kesedihan, ketakutan, dan kecemasan.

"Secara aktif memaksa pikiran dan perasaan untuk menjadi positif juga merupakan tanda toxic positivity,” tegas Dr Chow.

Pola pikir positif yang sehat melibatkan perhatian pada hal-hal yang dapat disyukuri dalam lingkup perhatian.

Di sisi lain juga belajar melepaskan hal-hal yang secara emosional tidak berada dalam pengaruh lingkup tertentu.

Baca juga: 11 Cara Berpikir Positif yang Sebaiknya Mulai Kita Lakukan

Halaman:


Sumber asiaone
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X