Kompas.com - 08/02/2021, 11:48 WIB
Nyamuk merupakan hewan di bumi yang memburu darah manusia. Gigitan nyamuk memberikan kesan gatal dan bekas bentol pada kulit. britannica.comNyamuk merupakan hewan di bumi yang memburu darah manusia. Gigitan nyamuk memberikan kesan gatal dan bekas bentol pada kulit.

KOMPAS.com -Bagi kita yang hidup di Indonesia, gangguan nyamuk tentu bukan perkara baru, bukan?

Gigitan nyamuk kerap menimbulkan rasa gatal, dan kadang bisa sampai memicu timbulnya lecet dan bahkan luka.

Bekas gigitan nyamuk memang biasanya akan hilang dalam beberapa saat. Namun dalam beberapa kasus, gigitan nyamuk bisa meninggalkan jejak permanen di atas kulit.

Baca juga: Mau Rumah Bebas Nyamuk? Coba Pakai Bawang Putih, Cengkih, hingga Sabun

Nah, artikel ini akan membahas luka di kulit akibat gigitan nyamuk -mengapa itu terjadi, cara mencegahnya, dan cara merawat bekas luka tersebut.

Apa yang memicu bekas gigitan nyamuk?

Nyamuk menyebabkan lebih banyak gigitan pada kulit manusia, dibandingkan serangga lainnya di seluruh dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sering kali, gigitan ini hilang dalam beberapa waktu. Gejala terparah biasanya langsung muncul beberapa saat setelah nyamuk "menyerang". 

Geja-gejala tersebut antara lain, munculnya rasa gatal, peradangan, dan kulit yang menjadi kemerahan.

Dalam kasus di mana bekas pada kulit bertahan dan sulit hilang, setidaknya ada tiga alasan yang paling mungkin menjadi pemicunya.

Jejak gigitan berbekas lama karena adanya peradangan, infeksi, atau busa pula alergi.

Hiperpigmentasi pasca inflamasi

Setelah gejala gigitan awal mereda, kita biasa melihat bintik hitam melingkar tempat gigitan terjadi. Ini disebut hiperpigmentasi pasca inflamasi.

Baca juga: 6 Tanaman Pengusir Nyamuk untuk Ditanam di Rumah

Hiperpigmentasi pasca inflamasi juga bisa terjadi akibat jerawat.

Jenis noda ini cenderung memudar secara perlahan selama beberapa bulan, dan pengobatan rumahan tertentu mungkin dapat membantu menghilangkan noda tersebut.

Infeksi akibat garukan

Terkadang gigitan nyamuk dapat terinfeksi selama proses penyembuhan. Menggaruk gigitan dan membuka luka kering dapat meningkatkan kemungkinan tersebut.

Jika kamu menghentikan proses penyembuhan dengan menggaruk, maka garukan itu menghancurkan kulit baru yang tumbuh di bawah koreng.

Akibatnya, bekas luka dan bahkan infeksi menjadi lebih mungkin terjadi.

Gigitan nyamuk yang terinfeksi akan meradang dan mungkin mengeluarkan cairan berwarna kuning atau hijau.

Setelah infeksinya hilang, maka kulit biasanya akan mendapatkan bekas luka permanen. 

Jaringan parut keloid

Beberapa orang lebih rentan terhadap jaringan parut ketika digigit nyamuk -atau apa pun yang merusak lapisan kulit atas-.

Bekas luka ini, yang disebut bekas luka keloid, bisa menjadi lebih besar dari luka gigitan nyamuk yang awal.

Baca juga: 9 Hal yang Bisa Dicoba untuk Mengusir Nyamuk

Bekas luka keloid adalah penumpukan kolagen yang terjadi selama penyembuhan. Biasanya jejaknya akan terlihat permanen.

Enam cara mengobati gigitan nyamuk

1. Rawat dengan lidah buaya

Lidah buaya membantu penyembuhan setelah kulit terkena luka bakar, luka sayatan, atau gigitan serangga.

Mengaplikasikan lidah buaya ke tempat gigitan nyamuk dapat membantu menyembuhkan kulit.

Setelah luka kering awal terlepas, kita bisa mulai mengelupas area gigitan untuk menurunkan risiko jaringan parut, dan mendorong terbentuknya lapisan sel kulit baru yang sehat.

Gunakan scrub pengelupas kulit atau sikat pengelupas yang lembut, seperti spons, di atas gigitan setiap kali mandi.

2. Produk perawatan

Krim untuk menghilangkan bekas luka yang dijual bebas dapat membantu mendorong penyembuhan kulit.

Oleskan produk semacam itu ke permukaan kulit bekas gigitan nyamuk, segera setelah memungkinkan.

Baca juga: Cegah Bahaya Nyamuk Demam berdarah, Ibu Bisa Lakukan Ini di Rumah

Lanjutkan aplikasi setiap hari, sampai noda benar-benar sembuh.

3. Pijat untuk meningkatkan aliran darah

Memijat area gigitan nyamuk secara teratur bisa dilakukan untuk melancarkan aliran darah.

Peningkatan sirkulasi darah dapat mendorong produksi kolagen yang sehat, yang akan mengurangi kemungkinan munculnya bekas luka.

4. Lembapkan dengan shea butter atau minyak kelapa

Menjaga area tetap lembap sangat penting selama proses penyembuhan.

Kita dapat menggunakan pelembap alami dengan aman tanpa bahan tambahan pada gigitan nyamuk saat koreng mulai rontok.

Shea butter dan minyak kelapa terbukti mengunci kelembapan pada kulit, tanpa mengganggu proses penyembuhan alami.

5. Oleskan salep antibakteri

Mengobati gigitan nyamuk dengan bacitracin atau salep antibakteri lainnya setiap malam sebelum tidur akan mengurangi kemungkinan infeksi, yang pada akhirnya akan menurunkan risiko jejak gigitan berubah menjadi bekas luka.

Baca juga: Tiga Jenis Nyamuk Aedes Aegypti

6. Gunakan krim antigatal

Krim antihistamin atau hidrokortison yang mengurangi rasa gatal dapat membantu menyembuhkan gigitan nyamuk lebih cepat.

Krim semacam ini juga mengurangi kemungkinan munculnya bekas luka.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.