Kompas.com - 18/03/2021, 10:20 WIB
|
Editor Wisnubrata

Menurut The Environmental Protection Agency (EPA), kurang dari sepertiga botol plastik air kemasan didaur ulang. Sisanya berakhir di tempat pembuangan sampah atau di bahkan di laut.

Botol plastik juga kemungkinan besar mengandung mikroplastik yang mengganggu hormon tubuh, terutama sistem endokrin.

Di samping itu, adapula bahan kimia bisphenol A (BPA) yang paling terkenal dapat menumpuk di organ seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Dari Air Suling hingga Air Keran, Mana Air Minum yang Paling Sehat?

2. Air yang dimurnikan

Baumohl menjelaskan, bahwa air yang dimurnikan (purify water) hanyalah air keran yang telah disaring untuk menghilangkan kotoran seperti logam, polutan kimiawi, dan jamur untuk membuat air menjadi semurni mungkin.

"Di banyak negara, air minum umumnya dimurnikan agar aman dikonsumsi oleh manusia," ungkapnya.

Jika kita mendapatkan air dari keran, kita dapat memurnikannya sendiri dengan sistem penyaringan air.

Air seperti ini sebaiknya disimpan di botol kaca, bukan plastik.

"Saya tidak menyarankan menggunakan botol air plastik sekali pakai yang telah lama berada di dalam mobil atau menggunakannya berulang kali," kata Beaver.

"Gunakan sekali atau pilih botol yang dapat digunakan kembali, yang terbuat dari kaca maupun baja tahan karat dan isi dengan air yang telah disaring," sambung dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.