Kompas.com - 18/03/2021, 18:35 WIB
Jennifer Bachdim menceritakan pengalaman saat ia memberikan kejutan tentang kehamilan anak ketiga kepada Irfan Bachdim dan anak-anaknya. YouTube Jennifer BachdimJennifer Bachdim menceritakan pengalaman saat ia memberikan kejutan tentang kehamilan anak ketiga kepada Irfan Bachdim dan anak-anaknya.

KOMPAS.com - Kembali ke bentuk tubuh awal atau cepat pulih setelah melahirkan mungkin menjadi kekhawatirkan banyak perempuan.

Perubahan bentuk tubuh juga dialami oleh model Jennifer Bachdim usai melahirkan anak ketiganya 11 Maret 2021 lalu.

Melalui sebuah unggahan di Instagram miliknya, @jenniferbachdim, ia mengucapkan syukur tentang keajaiban tubuh perempuan karena bisa mengandung anak di dalam perut dan perut tersebut akan kembali ke bentuk semula setelah anak lahir.

Ia mengajak para ibu yang baru melahirkan untuk tidak khawatir dengan bentuk tubuh. Bahkan, Jennifer yang rutin berolahraga sebelum dan selama hamil sekalipun, kini masih berusaha untuk mengembalikan bentuk tubuhnya.

"Terutama untuk para ibu baru, jangan terburu-buru. Memiliki perut buncit, stretch mark dan kulit perut yang kendur setelah melahirkan adalah hal yang sangat normal."

"Saya sudah berolahraga sebelum dan selama hamil, yang mana sangat banyak membantu untuk cepat kembali."

"Tapi, saya masih punya perut (buncit) dan kulit kendur dan ini tidak apa-apa. Jadi, santailah, mama. Kalian cantik, kuat dan luar biasa!!"

Demikian dituliskan oleh Jennifer dalam keterangan unggahan tersebut. Tampak dalam foto ia berpose sambil menggendong buah hatinya yang baru berusia dua minggu, Kiyoji Kaynen Bachdim, sambil hanya mengenakan pakaian dalam untuk memperlihatkan tubuhnya.

Baca juga: Jennifer Bachdim Ajak Para Ibu Tak Khawatir Tampilan Perut Usai Melahirkan

Sebagian ibu mungkin tak menjadikan olahraga sebagai prioritas utama ketika hamil.

Tapi, olahraga selama kehamilan memiliki banyak manfaat, lho. Salah satunya, seperti yang dikatakan Jennifer, adalah membantu mempercepat pemulihan pascapersalinan.

Jika bagi orang-orang pada umumnya olahraga bisa memberikan manfaat kesehatan seperti mencegah penyakit kronis dan menjaga bentuk tubuh ideal, olahraga memberi lebih banyak lagi manfaat buat ibu hamil.

Menurut What to Expect, setidaknya ada sembilan manfaat yang bisa didapatkan dengan rutin berolahraga di masa kehamilan, di antaranya:

1. Menurunkan risiko komplikasi kehamilan

Dalam sebuah studi tahun 2017, para perempuan yang berpartisipasi dalam program kebugaran memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengembangkan diabetes gestasional dan lebih kecil kemungkinannya menjalani operasi caesar yang tidak direncanakan, dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak berolahraga rutin.

2. Risiko komplikasi persalinan lebih rendah

Dalam penelitian lain yang dilakukan pada sejumlah perempuan di Spanyol, ibu hamil yang berolahraga tiga kali seminggu mengalami penurunan berat badan selama kehamilan dan lebih kecil kemungkinannya memiliki bayi dengan berat badan lebih dari sekitar 4 kg saat lahir.

Bayi dengan berat badan yang lebih berat dikhawatirkan akan menyebabkan komplikasi bagi ibu dan bayi selama persalinan.

3. Lebih cepat pulih usai persalinan

Semakin rajin menjaga kebugaran selama kehamilan, maka semakin cepat fisik ibu akan pulih setelah melahirkan.

Dalam sebuah studi tahun 2012, para ibu hamil yang rutin berolahraga dapat pulih lebih cepat setelah persalinan dan bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga lebih cepat daripada para ibu yang tidak rutin berolahraga ketika hamil.

Baca juga: Pria Harus Paham, Peran Besar Suami dalam Lancarnya Persalinan Istri

4. Meningkatkan suasana hati

Perempuan lebih rentan mengalami depresi atau kecemasan selama kehamilan.

Tapi, penelitian menemukan bahwa olahraga rutin selama kehamilan dapat membantu mengurangi depresi, melepaskan endorfin yang mampu memperbaiki suasan hati sekaligus mengurangi kecemasan.

5. Menurunkan tekanan darah

Selama kehamilan, ibu mungkin merasakan tekanan darah yang naik-turun.

Namun, hati-hati jika itu terjadi terlalu banyak sebab bisa menjadi tanda preeklamsia.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa menjaga tubuh tetap aktif dan teratur, bahkan sekalipun hanya berjalan kaki ringan, dapat mencegah peningkatan tekanan darah.

6. Meringankan nyeri punggung dan panggul

Banyak ibu merasakan nyeri di area punggung dan panggul ketika hamil karena adanya tekanan ekstra di perut.

Berolahraga dapat mengurangi nyeri tersebut, bahkan hingga sudah memasuki trimester tiga

7. Melawan kelelahan

Banyak ibu hamil mengalami kelelahan tingkat rendah selama trimester awal, kemudian mengalaminya lagi di trimester tiga.

Meski terdengar paradoks, namun terkadang terlalu banyak istirahat justru bisa membuat kita lebih lelah.

Ibu hamil memang perlu menjaga diri agar tidak terlalu lelah. Namun, berolahraga ringan, seperti jalan santai atau mengikuti kelas prenatal bisa memberikan perubahan energi yang cukup signifikan.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Perut Kembung dan Bergas Selama Kehamilan

8. Memperbaiki kualitas tidur

Banyak ibu hamil melaporkan kesulitan tidur. Namun, para ibu hamil yang rutin berolahraga selama kehamilan melaporkan kualitas tidur mereka lebih baik dan bisa bangun dengan perasaan segar.

9. Meredakan sembelit

Tubuh yang aktif akan membuat usus lebih aktif pula.

Beberapa perempuan mengungkapkan bahwa jalan cepat selama 30 menit dapat membuat buang air besar (BAB) mereka lebih teratur.

Sementara yang lainnya mengatakan bahwa sesi jalan kaki 10 menit saja bahkan sudah cukup membuat BAB lancar.

Baca juga: Perubahan Gaya Hidup untuk Cegah Sembelit Kronis

Tahap memulai olahraga

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa untuk berolahraga dengan intensitas moderat setidaknya 150 menit per minggu atau olahraga intensitas berat 75 menit per minggu.

Sesi tersebut bisa ibu bagi ke dalam beberapa sesi dalam seminggu.

Tak perlu khawatir jika tidak bisa mencapai target tersebut. Sebab, menurut para peneliti, olahraga di bawah rekomendasi target tersebut masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

Lalu, jenis olahraga apa yang disarankan?

Lakukan aktivitas apa pun yang membuat denyut jantung ibu meningkat dan membuat otot aktif, termasuk berjalan, jogging, yoga, pilates, menari, kelas aerobik, dan berenang.

Jika ibu jarang olahraga sebelumnya, tak perlu khawatir, memulai dengan perlahan tetap aman untuk dilakukan.

Bahkan, ibu bisa mulai dengan aktivitas fisik ringan selama lima menit per hari, seperti jalan cepat, kemudian menambahkannya lima menit setiap minggunya hingga bisa mencapai durasi 30 menit.

Pastikan mengikuti aturan keselamatan kehamilan. Hindari olahraga kontak dan berisiko tinggi terjatuh, seperti menunggang kuda dan senam.

Berkonsultasi dengan dokter akan sangat membantu untuk memastikan aktivitas fisik yang dijalani selama kehamilan aman untuk dilakukan.

Baca juga: Manfaat Latihan Kekuatan Otot untuk Ibu Hamil

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.