Kompas.com - 19/04/2021, 18:42 WIB
ilustrasi meditasi Shutterstockilustrasi meditasi

KOMPAS.com - Sampai saat ini aktivitas sekolah tatap muka di sebagian besar daerah di Indonesia belum dibuka, dan kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara virtual atau online.

Karena itulah, anak tidak dapat bertemu guru dan teman sebayanya secara langsung. Hal ini membuat anak stres dan cemas, khususnya anak di usia remaja.

Terapis kesehatan perilaku Jane Ehrman, MEd, menjelaskan anak di usia remaja cenderung impusif dan mengalami kecemasan.

Baca juga: Apakah Agar Berhasil, Meditasi Harus Lama?

Ia juga mengatakan, meditasi bisa membantu anak berusia remaja untuk mengatasi stres dan kecemasan akibat pandemi.

1. Manfaat meditasi bagi remaja yang stres atau cemas

Di otak, ada satu bagian yang disebut amigdala. Bagian otak ini akan selalu mencari tahu sesuatu yang pernah menyakiti kita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika kita menghadapi kecemasan atau trauma masa lalu, amigdala akan menjadi lebih reaktif terhadap stres.

Selama anak di usia remaja, lobus frontal otak --bagian yang membantu seseorang untuk membuat keputusan yang tepat-- tidak selalu berhubungan baik dengan amigdala.

Namun menurut Ehrman, dengan meditasi, otak anak remaja akan bekerja kembali dengan baik.

"Dengan 15 menit meditasi setiap hari selama setidaknya tiga minggu, otak menjadi lebih responsif dan kurang reaktif.

"Ini yang dapat membantu remaja yang rentan terhadap kecemasan atau perilaku tidak menentu," kata dia.

2. Meningkatkan fokus anak

Praktik mindfulness seperti meditasi akan meningkatkan fokus dan konsentrasi sehingga anak dapat fokus pada pekerjaan rumah yang diberikan sekolah, dan mendapatkan prestasi lebih baik saat ujian.

Baca juga: Terungkap, Yoga dan Meditasi Mampu Redakan Rasa Sakit

Meditasi juga dapat membantu harga diri dan daya ingat, mengurangi tekanan darah tinggi dan detak jantung, serta menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh anak remaja.

3. Mengajak anak untuk memulai meditasi

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kita terapkan pada anak remaja untuk memulai meditasi:

- Mintalah anak memejamkan mata atau menatap wajahnya, dan memerhatikan pernapasannya.

- Kita bertujuan mencegah anak memikirkan sesuatu yang mengkhawatirkan. Karena itu, mintalah kepada anak untuk memerhatikan setiap napas yang masuk dan keluar.

- Tanyakan kepada anak bagaimana perasaan tubuh dan napas anak selama meditasi.

Jika anak sedang cemas, katakan pada anak bahwa itu hanyalah perasaan dan perasaan tersebut akan menghilang.

- Mengajak anak untuk memerhatikan bagian dada dan perut, bagaimana kedua bagian tersebut berkontraksi dan mengembang.

Anak juga bisa diminta untuk memerhatikan napasnya yang terasa di sekitar lubang hidung.

- Kemudian, cobalah meminta anak untuk bernapas tanpa mencoba mengubah ritme napasnya.

4. Meditasi bukan berarti menghentikan pikiran

Ketika kita bersepeda, kita tidak selalu memerhatikan bangunan atau toko yang kita lalui. Apa yang menjadi fokus utama adalah kita tetap berada di jalur yang aman saat bersepeda.

Baca juga: Pahami, 6 Manfaat Meditasi Berdasarkan Penjelasan Ilmiah

Hal yang sama juga berlaku untuk meditasi. Beberapa pemikiran akan menarik perhatian saat kita melakukan meditasi, sedangkan pemikiran lainnya tidak memengaruhi perhatian kita.

Pada anak remaja, jika ada suatu pemikiran yang terlintas ketika meditasi, mintalah anak untuk mengalihkan kembali fokusnya ke pernapasan.

5. Durasi meditasi yang dibutuhkan remaja

Anak remaja dapat memulai meditasi dengan menyisihkan waktu sekitar 4-5 menit, kemudian dikembangkan menjadi 15 menit selama satu kali sehari atau 4-5 kali dalam seminggu.

Apabila anak mampu melakukannya, maka meditasi akan mengubah otak anak dalam waktu sekitar tiga minggu.

6. Meditasi bisa dilakukan dengan aplikasi di ponsel

Jika anak remaja merasa tidak nyaman mencoba melakukan meditasi dengan orangtua, bisa menggunakan aplikasi meditasi yang dapat diunduh di ponsel atau perangkat lain.

Kita juga dapat menggunakan ponsel sebagai timer atau pengatur waktu meditasi.

Barangkali anak cenderung bereaksi negatif ketika ia diminta untuk melakukan meditasi. Namun, ia bisa memeroleh keuntungan dari kegiatan tersebut.

Meditasi merupakan praktik simpel yang membantu anak remaja untuk menghadapi segala situasi yang membingungkan dan memicu stres.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.