Kompas.com - 21/04/2021, 16:23 WIB
. SHUTTERSTOCK.

1. Waspada

Pertama, kita harus menyadari jika kita hendak melabeli anak. Kesadaran ini dapat membantu kita menahan diri sebelum melabeli anak.

Dan, -harapannya, kita dapat berubah pikiran saat niat pemberian label muncul di kepala.

2. Memisahkan anak dari perilakunya

Orangtua perlu berlatih memisahkan anak dari perilakunya.

Semakin banyak kita memisahkan perilaku anak dari keberadaannya, maka kita semakin mudah terhubung dan berempati dengan anak saat ia berperilaku buruk.

3. Melabeli perilakunya, bukan anaknya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cobalah berlatih melabeli "perilaku" anak, bukan melabeli anak kita.

Dengan memberi label pada perilaku tersebut, kita dapat membantu anak mengenali perilaku yang harus diubah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.