Kompas.com - 30/04/2021, 18:34 WIB

Para partisipan kemudian diamati hingga usia dewasa muda. Selama pengamatan, peneliti mengukur paparan polutan udara.

Misalnya nitrogen oksida (NOx, polutan gas) dan partikel halus (PM2.5, partikel kecil yang tersuspensi di udara).

Hasilnya, hampir 22 persen peserta terpapar tingkat NOx yang melebihi pedoman Organisasi Kesehatan Dunia.

Selain itu, sebanyak 84 persen peserta juga terpapar partikel kecil PM2.5 dengan tingkatan di atas pedoman yang ada.

Para peneliti kemudian menilai kesehatan mental peserta pada usia 18 tahun. Mereka mencari gejala yang terkait dengan gangguan mental.

Contohnya ADHD, depresi berat, gangguan kecemasan umum, gangguan stres pascatrauma, gangguan makan, serta gejala gangguan pikiran yang berhubungan dengan psikosis.

Peneliti juga melihat ketergantungan dewasa muda pada alkohol, ganja, atau tembakau.

Data ini digunakan untuk menghitung faktor psikopatologi atau faktor-p. Semakin tinggi faktor p, maka semakin buruk kesehatan mentalnya.

"Efek polusi udara pada kesehatan mental terlihat di semua jenis masalah psikologis," kata tim peneliti.

Baca juga: Awas, Paparan Polusi Udara Berisiko Memicu Gangguan Kejiwaan pada Anak

Para peneliti juga melihat karakteristik lingkungan anak-anak untuk memperhitungkan kondisi terkait tingkat polusi udara lebih tinggi dan risiko penyakit mental lebih besar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.