Kompas.com - 20/05/2021, 09:02 WIB

KOMPAS.com - Kehidupan pasca-perguruan tinggi dapat terasa sangat berbeda dari kehidupan kampus, terutama dalam hal uang.

Kita bisa tiba-tiba menghasilkan lebih banyak uang karena sudah bekerja. Namun, bersamaan dengan itu pengeluaran pun menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Manajer pendidikan keuangan dan alumni Arizona State University, Amerika Serikat, Emily Schwartz lantas memberikan sarannya mengenai hal ini.

Emily Schwartz, saat ini menjabat sebagai Assistant Vice President di MidFirst Bank, sekaligus manajer pendidikan keuangan.

Dia menggawangi serial webinar dan workshop "the Making Smart Money Moves" untuk menolong orang dari berbagai kalangan usia menata masa depan keuangannya.

Baca juga: 17 Pekerjaan yang Bisa Dikerjakan di Rumah dan Hasilkan Banyak Uang

Menurut Emily, ada tiga tips utama yang bisa dipakai dalam menata kehidupan secara lebih baik.

1. Anggaran yang solid

Anggaran atau perencanaan keuangan bukan hanya sekadar spreadsheet dengan kategori pengeluaran.

Anggaran adalah rencana untuk menyelaraskan prioritas dengan pengeluaran.

"Pikirkan, apa yang penting untuk kamu. Apa prioritas pengeluaran, lalu tabungan yang besar dan kecil," kata Emily.

Baca juga: Tips Cerdas Sisihkan Uang untuk Kebutuhan Darurat

Jika bagian ini belum dilakukan, hal ini adalah prioritas utama untuk segera dilaksanakan.

Biasakan untuk mengamati dan melacak pengeluaran dengan cermat, sehingga kita bisa tahu persis ke mana perginya setiap uang yang ada.

Kemudian, alih-alih mencoba menghabiskan uang lebih sedikit, kita dapat membuat keputusan yang spesifik dan tepat tentang pengeluaran untuk mendukung prioritas tadi.

"Apakah saya cukup menabung? Apakah saya punya cukup uang untuk berlibur atau mendaftar di gym?"

"Haruskah saya mengurangi pengeluaran di toko bahan makanan atau pakaian?"

"Ini adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab kecuali kita memiliki pandangan luas yang tecermin dalam anggaran tadi," sebut Emily.

2. Inventarisasi utang

Selain mengamati pengeluaran, penting juga untuk melakukan inventarisasi utang.

Bukan tak mungkin kita memiliki utang atau cicilan yang harus dilunasi bukan?

Buat lagi sebuah spreadsheet tentang utang apa pun yang kita miliki, termasuk jumlah total, suku bunga, dan pembayaran minimum.

Kita lalu dapat menggunakan informasi ini untuk mengembangkan rencana pembayaran yang masuk akal.

Baca juga: Adakah Jumlah Uang Ideal yang Sebaiknya Ditabung?

"Apakah kita hanya bisa melakukan pembayaran minimum? Mampukah Anda membayar lebih dan mempercepat jadwal pembayaran kembali?" sebut Emily.

Inventarisasi utang akan sangat membantu menginformasikan bagaimana kita memutuskan tentang bagian ini.

3. Rencana pensiun

Meski masa pensiun terasa masih sangat jauh, kini saatnya untuk mulai memikirkan tabungan pensiun.

Apakah pekerjaan kita memiliki jaminan pensiun? Pelajari tentang itu, dan ajukan pertanyaan jika kita tidak mengerti.

"Apakah perusahaan kita sesuai dengan kontribusi pensiun yang kita bayarkan?" sebut dia.

Jika demikian, pastikan kita memanfaatkannya secara penuh. Namun, jika pekerjaan saat ini  tidak memiliki jaminan pensiun, carilah opsi jaminan pensiun individu.

Baca juga: 3 Tips Atur Uang dan Tetap Waras di Tengah Pandemi

Terakhir, ingatlah bahwa pengelolaan uang adalah perjalanan seumur hidup.

Mungkin akan ada masalah di tengah perjalanan. "Mungkin ada batu sandungan yang tidak dapat kita prediksi," sebut Emily.

"Namun, yang penting adalah memiliki kebiasaan baik sejak awal, sehingga kita diperlengkapi dengan informasi untuk menavigasi apa yang harus kita lakukan ketika masalah muncul," cetus dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.