Kompas.com - 14/07/2021, 08:07 WIB
Ilustrasi keluarga berencana. DOK. SHUTTERSTOCKIlustrasi keluarga berencana.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com – Menumbuhkan hubungan positif dengan anak adalah salah satu keinginan orangtua pada anak.

Namun, di tengah usaha mencapai tujuan tersebut, terkadang orangtua terlalu memaksa dan mengendalikan anak agar menjadi orang yang sukses.

Akibatnya hubungan antara anak dan kita malah menjadi negatif. Pasalnya, terlalu memaksakan kehendak bisa membuat anak jadi stres.

Kita terkadang lupa bahwa yang paling dibutuhkan anak agar menjadi orang sukses adalah hubungan yang sehat dan positif.

Untuk itu, diperlukan kerja dan usaha keras dalam membuat hubungan dengan anak kembali positif.

Di sekitar kita juga sudah banyak nasihat, strategi, dan manual pengasuhan yang tersedia untuk orangtua untuk mencapai tujuan itu.

Baca juga: Tips Membesarkan Anak agar Tumbuh Bahagia

Tetapi kita hanya perlu mengingat tiga tip penting dalam membangun hubungan positif dengan anak, berikut ini.

1. Jangan membuat agenda yang memaksa anak

Anak-anak dilahirkan untuk menjadi diri mereka sendiri, bukan seseorang yang kita atau orang lain inginkan.

Jika diumpamakan, sebuah biji pohon ek akan menjadi pohon ek tidak peduli seberapa teliti kita merawatnya menjadi pohon cemara. Tulip juga tidak akan pernah menjadi mawar.

Karena itu, agenda yang sengaja kita buat untuk membuat mereka menjadi “anak ideal” dengan mengatur apa yang harus dilakukan, hanya akan membuat mereka frustrasi.

Hal ini tidak akan membuat kita selangkah lebih maju pada tujuan akhir kita: membuat anak menjadi orang dewasa yang "sukses" di kemudian hari.

Kita juga sulit kan menghargai orang dewasa lain yang mengatur hidup kita?

Karena itu, kesampingkan agenda mengatur anak, dan kenali keunikan mereka.

Baca juga: Pengasuhan Positif Mudahkan Orangtua dalam Mendidik Anak

2. Perhatikan anak saat bersama

Ingin mengenal anak lebih dalam? Tinggalkan gadget dan perhatikan anak. Tertawalah saat bermain bersama mereka.

Berjalan-jalan bersama menikmati pemandangan alam atau membaca buku bersama juga bisa dilakukan.

Dengarkan anak secara aktif, dan cobalah untuk benar-benar mengenal mereka apa adanya.

Anak-anak membutuhkan "waktu bersama" yang penuh perhatian dengan kita, meski umurnya telah menginjak masa remaja. Sebab, anak lebih rentan dan butuh banyak bimbingan, terutama di masa remaja.

Menemani anak adalah satu-satunya cara kita membangun hubungan yang nyata, sekaligus memberi dukungan yang dibutuhkan untuk menjadi diri mereka sendiri sepenuhnya.

Perlu diingat, menghabiskan waktu bersama anak tidak bisa dilakukan sesekali saja.

Sebaiknya, menemani anak dilakukan setiap hari. Luangkan waktu selama sepuluh menit saja dengan catatan tetap fokus dan perhatian tidak boleh terbagi sama sekali.

Hal ini sangat berguna untuk hubungan kita dan anak ke depannya.

Baca juga: 15 Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pria Sejati

3. Tetapkan batasan yang jelas, konsisten, dan masuk akal bagi anak

Orangtua perlu menetapkan batasan pada diri sendiri. Sebab, anak belajar dari diri kita untuk menjadi orang dewasa yang cakap di kemudian hari.

Anak juga membutuhkan kita untuk menetapkan batas-batas ini dengan cara yang menghormati mereka.

Jadi, jika kita dapat menetapkan agenda, terlibat dengan mereka, dan mengajari mereka cara hidup dengan menghormati diri mereka sendiri dan orang lain, kita bisa menjalin hubungan positif dan membuat anak tumbuh menjadi orang dewasa yang "sukses".

Gunakan strategi ini untuk membangun hubungan positif dengan anak. Jika berhasil, ikatan antara kita dan anak akan tumbuh seiring waktu berjalan.

Baca juga: 5 Tips Mendidik Anak agar Jadi Mandiri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber yourtango
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.