Kompas.com - 27/07/2021, 18:34 WIB
Striker timnas Perancis, Andre-Pierre Gignac, seusai mencetak gol ke gawang Afrika Selatan pada laga kedua Grup A sepak bola Olimpiade Tokyo 2020 yang dihelat di Saitama Stadium, Minggu (25/7/2021). AFP/ KAZUHIRO NOGIStriker timnas Perancis, Andre-Pierre Gignac, seusai mencetak gol ke gawang Afrika Selatan pada laga kedua Grup A sepak bola Olimpiade Tokyo 2020 yang dihelat di Saitama Stadium, Minggu (25/7/2021).

KOMPAS.com – Di masa lalu, tato di Jepang biasanya identik dengan hal-hal berbau kriminal-yakuza (semacam mafia Jepang), misalnya.

Selain itu, tato juga digunakan oleh PSK di zaman Edo, di mana para PSK menato diri mereka dengan nama pelanggan setia mereka sebagai tanda kesetiaan.

Sisa-sisa budaya ini juga masih tersebar di beberapa area di Jepang, menyebabkan  tato masih dianggap tabu di Negeri Sakura.

Memang, saat ini Jepang mulai membuka diri dan menoleransi para pengguna tato. Bahkan, banyak anak muda Jepang yang mulai memandang tato sebagai mode atau pilihan gaya hidup.

Kendati demikian, persepsi lama tentang "tato itu buruk" belum sepenuhnya hilang. Faktanya, cukup banyak fasilitas yang melarang orang bertato masuk, seperti pantai, pemandian air panas, pemandian umum, dan kolam renang.

Baca juga: Digunakan Para Atlet Olimpiade, Apa Itu Kinesio Tape?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Vanessa Ferrari dari Italia bersiap untuk bertanding di nomor palang tidak rata kualifikasi senam artistik putri pada Olimpiade Tokyo 2020 di Ariake Gymnastics Center di Tokyo pada 25 Juli 2021.
Loic VENANCE / AFP Vanessa Ferrari dari Italia bersiap untuk bertanding di nomor palang tidak rata kualifikasi senam artistik putri pada Olimpiade Tokyo 2020 di Ariake Gymnastics Center di Tokyo pada 25 Juli 2021.
Namun, rupanya batasan itu tidak berlaku di Olimpiade Tokyo 2020. Kita bisa menemukan tato di manapun. Entah itu di kolam renang, di pantai, atau di lapangan.

Para atlet nampak tidak menghiraukan anggapan tabu tersebut. Misalnya, ada tato singa di bahu perenang Inggris Adam Peaty.

Lalu, sebuah tato pesan inspirasi di lengan atlet bola basket 3-on-3 asal China Yan Peng. Atau tato Kristus sang Penebus di betis petinju Spanyol Gabriel Escobar Mascunano.

Tato juga ditemukan terukir di tubuh atlet olimpiade lainnya.

Atlet Inggris Adam Peaty bersaing ketat untuk nomor 100m gaya dada putra selama Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo Aquatics Center di Tokyo pada 24 Juli 2021.
OLI SCARFF Atlet Inggris Adam Peaty bersaing ketat untuk nomor 100m gaya dada putra selama Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo Aquatics Center di Tokyo pada 24 Juli 2021.
Perenang Prancis Fantine Lasaffre memiliki tato di lengan kirinya, dan penembak Amerika Kayle Browning di pergelangan tangan kanannya. Tato juga ada di bisep kiri petinju Maroko Abdelhaq Nadir, dan di pergelangan kaki pesenam Kanada Shallon Olsen.

Atlet memang tidak akan banyak berinteraksi dengan penduduk setempat saat olimpiade akibat pandemi.

Kemungkinan besar penduduk Jepang tidak akan menyukai karya seni di tubuh para atlet. Sebab, meski Jepang semakin maju, tato terlanjur memiliki stigma negatif dan mereka yang memilikinya banyak dilarang memasuki tempat umum.

Namun, tidak ada batasan itu dalam ring olimpiade. Di kolam renang, di pantai, di lapangan — para atlet tetap mendefinisikan ulang apa artinya memiliki tanda juara.

Baca juga: Medali-medali Indonesia di Olimpiade dari Masa ke Masa



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.