Kompas.com - 04/08/2021, 12:52 WIB
Suasana seusai pertandingan final bulu tangkis ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 yang mempertemukan Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Indonesia) vs Chen Qingchen/Jia Yifan (Chinaa) di Lapangan 1 Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Jepang, pada Senin (2/8/2021). AFP/ PEDRO PARDOSuasana seusai pertandingan final bulu tangkis ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 yang mempertemukan Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Indonesia) vs Chen Qingchen/Jia Yifan (Chinaa) di Lapangan 1 Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Jepang, pada Senin (2/8/2021).

KOMPAS.com - Kompetisi olahraga bergengsi seperti olimpiade lazim dipenuhi persaingan ketat antara para atletnya. Namun, pada Olimpiade Tokyo 2020 kali ini, kita ditunjukkan berbagai aksi kebaikan para jagoan olahraga dunia yang layak ditiru.

Ada berbagai isu kemanusiaan yang menyeruak sepanjang pergelaran olimpiade di Jepang, mulai dari kesehatan mental Simone Biles, dukungan pada korban pelecehan seksual, sampai kesetaraan gender.

Sejumlah atlet memanfaatkan momen dengan menunjukkan sikap dan pandangannya terhadap isu tersebut. Membuktikan bahwa mereka bukan hanya orang dengan kemampuan fisik tinggi, melainkan juga sarat kepedulian.

Namun, salah satu hal yang amat menonjol dan layak dijadikan inspirasi adalah kebaikan hati yang ditunjukkan para atlet. Meskipun tengah bersaing dalam kompetisi ketat, mereka membuktikan bahwa kemanusiaan adalah segalanya.

Baca juga: Bagaimana Perempuan Atlet Olimpiade Hadapi Menstruasi?

Aksi para olahragawan ini menjadi angin segar di tengah dunia yang juga belum pulih dari pandemi Covid-19.

Apa saja aksi kebaikan yang amat menyentuh ini?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Bersedia menjadi penerjemah meskipun kalah bersaing

Kanoa Igarashi, atlet selancar dari Jepang, harus menelan kekecewaan ketika kalah dari Italo Ferreira, atlet asal Brasil, dalam debut olimpiadenya.

Bukan hanya kalah di kandang, ia juga harus menerima banyak ejekan di media sosial dari warganet Brasil yang terkenal rasial.

Meski demikian, peselancar berdarah Jepang-Amerika ini menunjukkan kelasnya dengan berbaik hati menjadi penerjemah untuk Ferreira.

Fasih berbahasa Portugis, ia membantu pesaingnya itu memahami pertanyaan wartawan di jumpa media saat pemberian medali.

Halaman:


Sumber APnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.