Kompas.com - 16/08/2021, 15:34 WIB
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiKetua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi.

Orangtua harus mengatur agar saat ini anak dapat menumbuhkan karakternya dari dalam.

Menurut dia, proses belajar online seharusnya hanya memberikan pengalaman belajar kepada anak tanpa harus membebani.

"Anak harus gembira, bukan malah menjadi kekerasan terhadap anak atas nama pendidikan," ujar pria yang karib dipanggil Kak Seto itu.

Dia menegaskan, anak tidak boleh dipaksa apalagi jika memang tidak sesuai bakat dan kemampuannya.

Sebaliknya, orangtua sebaiknya mengoptimalkan bakat anak di luar kemampuan dasar sekolahnya.

Ia juga mengingatkan, terlalu keras mengajari anak selama proses sekolah online dapat berdampak buruk pada tumbuh kembangnya.

Konsep diri anak akan hancur apabila selalu dikritisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu, Kak Seto menyarankan pentingnya memberikan afirmasi positif agar anak makin percaya diri menonjolkan kemampuannya.

Baca juga: Trik Menghilangkan Kejenuhan Anak Belajar Online

Dia meyakini, setiap anak memiliki potensi dan bakat yang jika dikembangkan dengan baik tak kalah dibandingkan yang lain.

"Ibaratnya ada banyak Rudi, Rudi Habibie, Rudi Hadisuwarno, Rudi Choirudin dan banyak lainnya," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.