Kompas.com - 16/08/2021, 19:49 WIB
Foto dirilis Senin (14/9/2020), memperlihatkan warga mengarak bendera merah putih saat mengikuti tradisi Mencuci Bendera Merah Putih di Gang Warga, Lingkungan Janggala, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, pandemi Covid-19 nyatanya tak mengurangi semangat warga untuk merayakan HUT Kemerdekaan Ke-75 RI dengan caranya masing-masing. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMIFoto dirilis Senin (14/9/2020), memperlihatkan warga mengarak bendera merah putih saat mengikuti tradisi Mencuci Bendera Merah Putih di Gang Warga, Lingkungan Janggala, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, pandemi Covid-19 nyatanya tak mengurangi semangat warga untuk merayakan HUT Kemerdekaan Ke-75 RI dengan caranya masing-masing.

KOMPAS.com – Indonesia kembali merayakan ulang tahun Ke-76 di tengah pandemi Covid-19. Meski terasa berat, namun harapan dan optimisme masyarakat akan berakhirnya pandemi ini cukup besar.

Hasil jejak pendapat Harian Kompas menyebutkan, 64 persen responden yakin bahwa krisis yang disebabkan Covid-19 pada akhirnya akan bisa diatasi pemerintah.

Sementara itu, Survei Nasional Evaluasi Kebijakan dan Peta Politik di Masa Pandemi yang dilakukan Charta Politika menyebutkan, 51,4 persen responden berpendapat penanganan Covid-19 di sangat baik, sementara 45 persen mengatakan masih buruk.

Dari total responden 1.200 orang yang disurvei pada periode 12-20 Juli 2021 itu, 53,1 persen menyatakan percaya dengan data yang dirilis oleh pemerintah terkait Covid-19, sementara 43,3 persen lainnya menyatakan tidak percaya.

Baca juga: Pemerintah Yakin Kedatangan Vaksin Gotong Royong Sinopharm Akan Tambah Optimisme Masyarakat

Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI, dr.Siti Nadia Tarmizi, kepercayaan masyarakat itu tak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

“Salah satu contoh komitmen pemerintah adalah dalam meningkatkan upaya tes dan lacak. Selama sebulan terakhir, kita melihat adanya kenaikan tes dan lacak dari 50 ribu ke 200 ribu. Semua ini tercapai akibat dukungan semua pihak seperti lab-lab daerah yang sudah melakukan analisis PCR dan antigen,” kata Siti Nadia dalam keterangan pers.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, genom sequencing (metode deteksi varian virus corona untuk mengetahui penyebaran mutasi virus) juga saat ini sudah hampir 4000, padahal di bulan Maret-Desember 2020 baru 140.

Program vaksinasi sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran virus Covid-19 juga disambut antusias oleh masyarakat.

Baca juga: Sudah Divaksin tapi Sertifikat Vaksin Belum Muncul? Ini Solusinya

Bersedia Divaksin

Masih dari hasil riset Charta Politika, 72,4 persen responden menyatakan bersedia untuk menerima vaksin COVID-19 sementara hanya 23,9 persen yang tidak bersedia, dan sisanya tidak tahu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.