Kompas.com - 31/08/2021, 07:00 WIB

Memahami identitas yang kita miliki akan memengaruhi kita dalam meyakini sesuatu, atau berperilaku dengan cara tertentu.

Dengan mengetahui identitas kita, lebih mudah menyaring nilai-nilai yang murni berasal dari kita, dan nilai-nilai mana yang ditanamkan ke kepala kita dari orang lain.

2. Melihat riwayat keluarga

Fregoso menyarankan kita untuk melihat riwayat keluarga guna mendapatkan wawasan tentang siapa kita.

"Apakah kita tahu siapa leluhur kita selain kakek buyut? Bagaimana kisah mereka?" tutur dia.

Mengetahui seperti apa keluarga dan masa lalu mereka dapat memperkuat nilai-nilai kita, yang akhirnya dapat membantu menambah keyakinan, pemikiran, dan pandangan kita.

3. Menuliskan nilai-nilai yang kita dan orang lain miliki

"Periksa dari mana nilai-nilai itu berasal. Apakah dari kita, keluarga, atau masyarakat?" terang Fregoso.

"Mengidentifikasi keyakinan dan nilai-nilai dari dalam diri kita akan membantu membangun persepsi diri yang lebih kuat."

Sebagai contoh, kita mungkin tidak tertarik bekerja di perusahaan yang menerapkan jam kerja "9 to 5", dan lebih memilih bekerja di industri kreatif.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.