Kompas.com - 07/09/2021, 23:00 WIB
Ilustrasi serangan asma ShutterstockIlustrasi serangan asma

Lalu, untuk meminimalisasi asma sirkadian, para peneliti pun melakukan dua penelitian yang memanfaatkan 17 orang penderita asma.

Eksperimen pertama ini dinamakan tes “rutinitas konstan”.

Dalam eksperimen, para peserta dibuat terjaga selama 38 jam dan dalam konsisi cahaya redup.

Para peserta dibuat untuk memertahankan postur duduk tetap selama 38 jam dan mengonsumsi camilan kalori yang sama setiap dua jam.

Tujuan dari eksperiken pertama adalah membuang berbagai faktor perilaku dan lingkungan sebanyak mungkin, membuat ritme sirkadian pada gejala asma bisa langsung dideteksi.

Lalu, eksperimen kedua atau “forced desynchrony” memaksa para peserta untuk menjalani tujuh hari penuh dengan siklus bangun/tidur sebanyak 28 jam, dan berlangsung selama 28 jam.

Baca juga: Pengidap Asma Terinfeksi Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Eksperimen yang memakan waktu 196 jam ini dirancang untuk mengamati perilaku pasangan yang telah menikah dan memisahkan perilaku sehari-hari dari siklus sirkadian internal selama 24 jam.

Jadi pada akhir percobaan, fase tidur dan makan sepenuhnya dipisahkan dari ritme sirkadian.

Hasilnya, dua eksperimen ini menunjukkan, ritme sirkadian dapat memerankan peran penting dalam siklus harian.

Menariknya, eksperimen desinkroni paksa dapat mengungkapkan bahwa fase tidur memainkan peran penting dalam tingkat parahnya asma, terlepas dari efek sirkadian.

Halaman:


Sumber New Atlas
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.