Kompas.com - 08/11/2021, 12:43 WIB

KOMPAS.com - Selain buahnya, biji labu ternyata juga dapat dikonsumsi sebagai camilan bergizi yang menawarkan berbagai macam manfaat bagi kesehatan.

Biji labu bisa dinikmati mentah atau dipanggang untuk menghidupkan rasa, aroma, dan tekstur, serta meningkatkan jumlah antioksidan yang tersedia.

"Biji labu adalah sumber protein nabati dan nutrisi lain yang baik sebagai antioksidan untuk membantu melindungi kita dari penyakit tertentu," kata ahli diet, Maxine Smith, RD.

Baca juga: Manfaat Penting Biji Labu bagi Kesehatan Tubuh

Di samping itu, protein biji labu adalah protein yang berkualitas sangat tinggi — sebanding dengan protein kedelai — dengan mengandung semua asam amino esensial yang kita cari di luar daging.

Dengan banyaknya nutrisi berharga yang dapat kita temui di dalamnya, maka biji labu juga dapat mencegah risiko-risiko terjadinya penyakit sebagai berikut.

1. Mengurangi risiko kanker

Telah terbukti bahwa diet yang kaya akan biji labu dapat mengurangi risiko kanker payudara, perut, paru-paru, prostat, dan usus besar.

Sebuah studi observasional besar menemukan bahwa memakan biji labu dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara pada wanita pascamenopause.

Studi lain juga menunjukkan bahwa lignan dalam biji labu dapat memainkan peran kunci mencegah dan mengobati kanker payudara.

Studi tabung reaksi lebih lanjut bahkan menemukan suplemen yang mengandung biji labu berpotensi memperlambat pertumbuhan sel kanker prostat.

2. Meningkatkan kesehatan usus dan prostat

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa biji labu dapat membantu meredakan kandung kemih yang terlalu aktif dan hiperplasia prostat (kondisi prostat yang menyebabkan masalah dengan buang air kecil).

Dalam studi satu tahun, lebih dari 1.400 pria dengan hiperplasia prostat yang mengonsumsi biji labu bisa mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan, mengonsumsi biji labu atau produknya sebagai suplemen dapat membantu mengobati gejala kandung kemih yang terlalu aktif.

Baca juga: 6 Makanan Tinggi Serat untuk Kesehatan Usus dan Cegah Diabetes

Satu studi pada 45 pria dan wanita dengan kandung kemih yang terlalu aktif menemukan bahwa 10 gram ekstrak biji labu setiap hari meningkatkan fungsi kemih.

3. Mengurangi risiko penyakit jantung dan hipertensi

Biji labu adalah sumber antioksidan, magnesium, seng, dan asam lemak yang baik, yang semuanya dapat membantu menjaga kesehatan jantung kita.

Penelitian pada hewan juga menunjukkan, minyak biji labu dapat mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi dan kadar kolesterol tinggi yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

Sebuah studi 12 minggu pada 35 wanita pascamenopause menemukan, suplemen minyak biji labu mengurangi tekanan darah diastolik sebesar tujuh persen, dan meningkatkan kadar kolesterol HDL "baik" sebesar 16 persen.

Studi lain juga menunjukkan, kemampuan biji labu untuk meningkatkan pembentukan oksida nitrat dalam tubuh bisa menimbulkan efek yang positif pada kesehatan jantung.

Oksida nitrat mampu membantu memperluas pembuluh darah, meningkatkan aliran darah, dan mengurangi risiko pertumbuhan plak di arteri kita.

4. Menurunkan kadar gula darah

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa labu, biji labu, bubuk biji labu, dan jus labu dapat menurunkan gula darah.

Ini sangat penting bagi penderita diabetes yang sedang berjuang untuk mengontrol kadar gula darah mereka.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa suplemen dengan biji labu juga dapat mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Baca juga: Ketahui Kadar Gula Darah yang Ideal untuk Cegah Diabetes

Kandungan magnesium yang tinggi dari biji labu mungkin bertanggung jawab atas efek positifnya pada diabetes.

Sebuah studi observasional pada lebih dari 127.000 orang menemukan bahwa diet kaya magnesium dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 33 persen lebih rendah pada pria dan 34 persen lebih rendah pada wanita.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfirmasi efek menguntungkan dari biji labu pada kadar gula darah.

5. Memperbaiki kualitas sperma

Kadar zinc yang rendah dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma dan peningkatan risiko infertilitas pada pria.

Karena biji labu merupakan sumber yang kaya akan zinc, biji labu dapat membuat kualitas sperma menjadi lebih baik.

Satu penelitian pada tikus juga membuktikan, biji labu juga dapat melindungi sperma manusia dari kerusakan yang disebabkan oleh kemoterapi dan penyakit autoimun.

Biji labu tinggi antioksidan dan nutrisi lain yang dapat berkontribusi pada kadar testosteron yang sehat dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Semua faktor ini akhirnya bisa bermanfaat bagi tingkat kesuburan dan fungsi reproduksi, terutama pada pria.

6. Membantu meningkatkan kualitas tidur

Jika kita sulit tidur, kita mungkin perlu makan biji labu sebelum tidur. Sebab, biji labu adalah sumber alami triptofan, asam amino yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

Baca juga: Pahami, Hubungan Kualitas Tidur dengan Kondisi Kesehatan

Mengonsumsi sekitar satu gram triptofan setiap hari diperkirakan dapat meningkatkan kualitas tidur.

Namun, kita perlu makan sekitar 200 gram biji labu untuk mencapai jumlah triptofan yang dibutuhkan.

Zinc dalam biji labu juga dapat membantu mengubah triptofan menjadi serotonin, yang kemudian diubah menjadi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur kita.

Selain itu, biji labu merupakan sumber magnesium yang sangat baik. Tingkat magnesium yang memadai juga dikaitkan dengan tidur yang lebih baik.

Beberapa penelitian kecil mengungkap, mengonsumsi suplemen magnesium mampu meningkatkan kualitas tidur dan total waktu tidur pada orang dengan kadar magnesium yang rendah.

Biji labu dengan kulit dan tanpa kulit

Smith mengungkapkan, biji labu dengan kulit atau cangkangnya mengandung lebih banyak serat.

"Jadi, jika perut kita tidak terbiasa dengan serat sebanyak itu, kita mungkin mengalami beberapa masalah. Maka, mulailah dengan beberapa biji saja," kata dia.

Di samping itu, menurut Smith, biji labu dengan dengan kulit juga memiliki banyak kandungan natrium, sehingga dia merekomendasikan kita untuk memilih opsi yang tidak asin atau asin ringan.

Sementara, biji labu tanpa kulit masih tetap sehat dan mengandung banyak lemak, serta protein yang baik bagi kesehatan jantung.

Banyak dari biji labu tanpa kulit akan memiliki natrium yang jauh lebih sedikit, namun kita akan kehilangan sebagian besar serat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.