Kompas.com - 09/12/2021, 14:16 WIB

KOMPAS.com - Efektivitas vaksin Covid-19 untuk menangkal varian B1.1.529 atau Omicron ramai dipertanyakan publik akhir-akhir ini.

Pasalnya, banyak ilmuwan menduga varian Omicron dapat mengelabui sistem kekebalan tubuh, dan vaksin Covid-19 pun tidak cukup ampuh menangkalnya.

Kendati demikian, Pfizer-BioNTech mengatakan, penelitian laboratorium awal menunjukkan dosis ketiga vaksin Covid-19 mampu menetralkan varian Omicron.

Dosis ketiga Pfizer-BioNTech akan mempercepat booster-shot drive di seluruh dunia dan dapat mencegah varian baru.

Baca juga: Apakah PCR dan Antigen Efektif Mendeteksi Varian Omicron?

Peneliti Pfizer-BioNTech menemukan pengurangan sebanyak 25 kali lipat dalam antibodi penetral yang melawan varian virus ini.

Angka tersebut dibandingkan dengan jenis virus asli, pada orang yang hanya mendapat dua suntikan vaksin Covid-19.

Di sisi lain, meningkatkan antibodi dengan suntikan vaksin tambahan dapat memulihkan perlindungan ke tingkat yang mirip dengan rejimen dua dosis awal.

Pfizer-BioNTech menyampaikan temuan laboratorium juga menunjukkan, dua dosis vaksin mungkin tidak cukup untuk melindungi dari varian Omicron.

Dengan suntikan tambahan, antibodi seseorang akan kuat melawan varian Omicron.

Hal ini juga ditegaskan oleh Chief Executive Officer BioNTech, Ugur Sahin yang mengatakan vaksin Pfizer-BioNTech harus menjadi dosis ketiga untuk melawan varian Omicron.

"Mungkin masuk akal untuk memberikan booster lebih cepat dari yang direkomendasikan sekarang, paling cepat tiga bulan setelah dua dosis pertama," kata Sahin.

Sementara itu, Kepala Petugas Ilmiah Pfizer Mikael Dolsten, mengutarakan, Comirnaty yang merupakan vaksin buatan Pfizer disebutnya dapat memperkuat antibodi untuk beberapa bulan.

Baca juga: Cermati, Inilah Gejala Umum Varian Omicron

Di masa itu, menjadi semacam jeda sembari mengulur waktu untuk mendapatkan dosis ketiga.

Chief Executive Officer Pfizer Albert Bourla mengatakan, Pfizer akan memiliki lebih banyak data tentang kemampuan vaksin yang ada untuk menangkal varian Omicron sebelum akhir tahun ini.

Hasil tes yang dirilis diperoleh dengan menggunakan konstruksi laboratorium yang disebut pseudovirus.

Pfizer masih meneliti virus asli dan mengumpulkan bukti tentang bagaimana vaksin bekerja ketika disuntikan ke masyarakat.

Sampai saat ini para peneliti masih berharap agar dosis ketiga dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap Covid-19 dan varian baru masa depan.

Jangan sampai varian baru, seperti varian Omicron yang dapat menghindari sistem kekebalan tubuh, membuat masa depan kembali tidak menentu.

Dolsten menerangkan, munculnya varian Omicron telah meningkatkan kemungkinan bahwa di masa depan akan ada pergeseran varian vaksin.

“Apakah itu akan terjadi musim semi ini atau setahun kemudian, kami tidak tahu,” kata dia.

Halaman:
Sumber Bloomberg


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.