Kompas.com - 07/01/2022, 16:00 WIB

Seperti yang sudah dielaskan, narsis yang berlebihan bisa membuat seseorang mengidap gangguan kepribadian narsistik.

“Orang dapat mengadopsi kecenderungan dan perilaku narsistik ketika merasa terancam secara fisik atau emosional, atau jika mereka dalam pergolakan kecanduan atau masalah kesehatan mental lainnya."

Hal ini dijelaskan oleh Mike Gallagher, konselor klinis profesional berlisensi dan direktur klinis di Shoreline Recovery Center di Encinitas, California.

Ia mengatakan, setelah orang yang narsis tidak lagi merasa terancam, rasa empati dan kesadaran dirinya bisa kembali.

“Namun, dengan gangguan kepribadian narsistik, kita berurusan dengan kepribadian dan bukan situasi atau keadaan," kata Gallagher.

"Mengubah kepribadian yang merupakan konstruksi karakteristik dan kualitas yang berkembang melalui pengalaman, sangatlah sulit," tambah dia.

Di sisi lain, Greenberg menemukan bentuk terapi yang bisa mengatasi orang yang mengidap gangguan kepribadian narsistik.

Terapi yang dimaksud Greenberg adalah terapi yang berfokus pada hubungan masa kanak-kanak.

Beberapa strategi terbukti dapat membantu mengubah perilaku. Tetapi bagi orang-orang yang telanjur didiagnosis butuh proses yang lebih panjang.

Baca juga: Tindakan yang Dilakukan Orang Narsis untuk Menyudahi Hubungan

2. Membuat keputusan

Greenberg mengaku banyak orang gagal mengubah sifat narsis mereka walau telah mejalani terapi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.