Kompas.com - 29/01/2022, 09:51 WIB

KOMPAS.com - Ruam popok merupakan masalah kulit yang sering dialami pada bayi. Kondisi ini menimbulkan bintik kemerahan di area bokong dan paha, rasa gatal, dan membuat bayi rewel serta susah tidur.

Ruam popok terjadi karena popok bayi yang lembab merupakan tempat pertumbuhan ideal untuk bakteri.

Dalam situs Ikatan Dokter Anak Indonesia disebutkan, ruam popok paling sering disebabkan oleh iritasi akibat kontak dengan bahan dari popok, atau kontak dengan urin atau feses yang jarang dibersihkan.

Tidak jarang kulit yang sudah teriritasi menjadi terinfeksi akibat kelembaban di area tersebut. Biasanya infeksi yang terjadi adalah infeksi jamur.

Selain itu, ruam popok juga bisa timbul karena pemakaian popok yang terlalu ketat, kulit sensitif, kulit iritasi, konsumsi antibiotik, dan juga alergi makanan.

Baca juga: Selain karena Popok, 4 Hal Ini Juga Bisa Jadi Penyebab Ruam Popok

Ruam popok bukan hanya membuat bayi rewel, tapi jika tidak ditangani sejak awal bisa menyebabkan luka.

Jika bayi terlanjur mengalami ruam popok, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Pertama adalah penggunaan salep yang mengandung zink untuk memperbaiki kondisi kulit yang rusak.

Selain itu, orangtua juga perlu memastikan area paha dan bokong yang iritasi tetap kering. Selalu bilas dan keringkan area ini menggunakan kapas atau kasa secara hati-hati.

Jika kondisi ruam tidak membaik dalam 2-3 hari sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Pencegahan

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.