Kompas.com - 10/08/2022, 07:15 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah terus berupaya menurunkan angka stunting di Indonesia. Salah satunya, melalui gerakan yang mengajak masyarakat menjadi generasi bersih dan sehat (Genbest).

Stunting memiliki dampak pada gangguan tumbuh kembang yang akan memengaruhi masa depan anak. Misalnya, ukuran tubuh yang pendek, serta tingkat kecerdasan rendah sehingga sulit mendapat kesempatan kerja yang layak.

Anak yang mengalami stunting juga mudah sakit karena memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Oleh sebab itu, banyaknya dampak negatif membuat stunting perlu diatasi dengan baik.

Genbset juga tentunya sepakat bahwa stunting tidak bisa dianggap remeh. Diperlukan informasi yang tepat seputar stunting untuk para calon ibu dan ibu muda.

Baca juga: Cara Mengatasi Stunting pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu

Hal tersebut bertujuan agar tidak banyak kekeliruan dalam memahami gangguan tumbuh kembang anak. Berikut lima mitos seputar stunting yang perlu Genbest pahami sebagai informasi yang tepat.

1. Stunting disebabkan faktor keturunan

Asumsi stunting yang disebabkan faktor keturunan banyak terjadi di masyarakat. Padahal penyebab stunting adalah kurangnya gizi kronis di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

2. Stunting hanya menyebabkan tubuh pendek

Ukuran tubuh yang pendek memang merupakan salah satu dampak stunting yang paling terlihat. Namun, masih banyak dampak jangka panjang lain yang perlu diperhatikan.

Misalnya, dampak kognitif yang menghambat kecerdasan anak, hingga risiko penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, hipertensi, dan jantung koroner di masa depan.

3. Stunting dimulai sejak anak lahir

Asumsi stunting terjadi sejak anak lahir adalah kekeliruan yang perlu diluruskan. Sebab, stunting disebabkan kurangnya nutrisi sejak masa kehamilan.

Untuk diketahui, menjaga gizi anak dalam 1.000 HPK dimulai sejak anak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Maka dari itu, penting bagi ibu hamil memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsinya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.