Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Medio by KG Media
Siniar KG Media

Saat ini, aktivitas mendengarkan siniar (podcast) menjadi aktivitas ke-4 terfavorit dengan dominasi pendengar usia 18-35 tahun. Topik spesifik serta kontrol waktu dan tempat di tangan pendengar, memungkinkan pendengar untuk melakukan beberapa aktivitas sekaligus, menjadi nilai tambah dibanding medium lain.

Medio yang merupakan jaringan KG Media, hadir memberikan nilai tambah bagi ranah edukasi melalui konten audio yang berkualitas, yang dapat didengarkan kapan pun dan di mana pun. Kami akan membahas lebih mendalam setiap episode dari channel siniar yang belum terbahas pada episode tersebut.

Info dan kolaborasi: podcast@kgmedia.id

Katakan Tidak untuk Friends with Benefits

Kompas.com - 07/09/2022, 15:08 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Inge Shafa Sekarningrum dan Ristiana D. Putri

KOMPAS.com — Apa yang terlintas di pikiran kita saat frasa “Friends with benefit muncul? Apakah menurut kamu itu positif, atau justru negatif?

Sebutan friends with benefits sepertinya sudah tidak asing lagi di kalangan orang dewasa. Meskipun secara harfiah terdapat kata teman di dalamnya, namun ia memiliki arti yang sangat berbeda.

Kids Help Phone menyatakan friends with benefits (FWB) adalah sebuah hubungan pertemanan yang tak terikat dengan romansa. Dapat juga diartikan bahwa orang yang terlibat dala, hubungan FWB sering melakukan aktivitas intim atau seksual tanpa benar-benar berkencan satu sama lain.

dr. Dharmawan A. Purnama, PhD. Psychiatrist, seorang Psikiater & Founder Smart Mind Center Consulting, memaparkan fenomena seputar FWB ini dalam ranah psikologi dalam siniar Anyaman Jiwa bertajuk “Friends with benefits, Gangguan Mental?”

Lantas, apa saja efek negatif dari FWB? Dilansir dari Relevant Magazine, berikut beberapa alasan mengapa friends with benefits merupakan hal yang seharusnya tidak dilakukan.

Berada di Hubungan Tanpa Status

Dua orang yang memutuskan menjalin friends with benefits biasanya tidak memiliki rencana untuk memulai hubungan serius.

Mereka akan tetap berada di hubungan tanpa status yang justru akan membelenggu keduanya. Itu sebabnya, FWB akan membuat sebuah hubungan tidak memiliki batasan pasti.

Keduanya tidak memiliki komitmen kuat sehingga muncul ambiguitas dalam hubungan. Seseorang dapat berkencan hari ini, "berhubungan seks" besok, dan berkencan dengan orang lain keesokan harinya.

Baca juga: Hipnoterapi pada Gangguan Kecemasan, Ampuhkah?

Masalah dalam hubungan seperti ini justru akan mempersulit salah satu di antara mereka. Apalagi, jika ternyata telah tumbuh benih-benih cinta di keduanya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.