Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/09/2022, 07:15 WIB

Namun setelah mendapatkan vaksin booster Moderna pada bulan Oktober 2021, Beechan memerhatikan bahwa haidnya mulai datang setiap 24 hari, dengan lebih dari empat hari perdarahan yang lebih berat, kram yang lebih menyakitkan, dan perubahan suasana hati yang ekstrem.

Dokter pun telah mengesampingkan endometriosis dan kondisi kesehatan potensial lain sebagai penyebabnya.

Direktur Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development yang mendanai penelitian Edelman, Diana Bianchi mengatakan, keterlambatan haid secara signifikan setelah vaksinasi belum tentu menimbulkan kekhawatiran.

"Saya tidak akan merekomendasikan pergi ke dokter setelah pertama kali hal itu terjadi, hanya karena semua bukti menunjukkan bahwa perubahan itu akan hilang, itu hanya sementara," katanya.

"Jika itu adalah perubahan yang terus-menerus dalam interval siklus haid, maka itu mungkin menjadi alasan untuk menemui dokter perawatan primer atau obgyn," saran dia.

National Institutes of Health telah mendanai setidaknya empat proyek penelitian lain seputar vaksin Covid-19 dan haid.

Beberapa di antaranya mengamati remaja dan penderita endometriosis dengan harapan dapat memberikan informasi yang lebih baik dan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksin.

Di sisi lain, Olivia Rodriguez (26) mengatakan dia tidak berencana untuk mendapatkan vaksin booster karena dia memiliki pengalaman buruk setelah vaksin Moderna keduanya pada Maret 2021.

Meskipun baru saja menyelesaikan haid, dia mulai haid lagi dalam beberapa hari setelah mendapatkan vaksin yang berlangsung 10 hari dengan pendarahan yang lebih berat.

Awalnya dia panik, tetapi setelah menemukan cerita online tentang wanita lain yang mengalami hal serupa, itu meyakinkan dia masih waspada untuk mendapatkan vaksin lagi.

Rodriguez, yang juga merupakan anggota Osage Nation, mengatakan bahwa para peneliti medis perlu mendapatkan kepercayaan dari orang-orang dengan memberikan lebih banyak informasi tentang efek samping vaksin.

"Saya tidak pernah benar-benar mendapat penjelasan mengapa atau apa yang terjadi," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.