Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 05/02/2023, 08:20 WIB
Anya Dellanita,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Meski lezat dan dapat membuat seseorang lebih bersemangat karena kandungan kafein di dalamnya, kopi kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kesehatan kulit.

Bahkan, ada yang mengatakan, konsumsi kopi dapat membuat jerawat lebih parah. Namun, apakah benar?

Dikutip dari Medical News Today, sebenarnya belum ada bukti bahwa kopi dapat menyebabkan jerawat.

Kopi sendiri merupakan salah satu sumber antioksidan yang sebenarnya baik untuk kulit.

Baca juga: Sampo Anti Ketombe untuk Hilangkan Jerawat, Mujarab?

Kendati demikian, kafein dalam kopi memang dapat mempengaruhi beberapa hormon, yang memicu jerawat, terlebih jika kita menambahkan gula dan susu ke dalamnya.

Berikut ini beberapa hormon yang dapat dipengaruhi oleh kopi tersebut.

  • Kortisol

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Oklahoma Health Sciences Center menemukan bahwa kafein dapat meningkatkan kadar hormon stres atau kortisol.

Kortisol yang terlalu tinggi akan membuat tingkat stres lebih parah, dan memicu makin banyaknya jerawat.

Selain itu, kortisol juga dapat menyebabkan kulit memproduksi lebih banyak sebum atau minyak,yang berpotensi menimbulkan jerawat.

Kadar kortisol yang sangat tinggi dapat memengaruhi masalah kesehatan lain yang dapat dengan jerawat, seperti berikut ini:

  • Berat badan
  • Depresi
  • Masalah pencernaan
  • Kecemasan

Ditambah lagi, kafein juga dapat membuat tidur kurang berkualitas, yang bisa meningkatkan kadar kortisol dan menyebabkan jerawat bertambah parah.

Untuk itu, sebaiknya hindari konsumsi kopi beberapa jam sebelum tidur.

  • Insulin

Kafein juga dapat meningkatkan kadar insulin meningkat dan memperparah jerawat.

Sebuah studi yang diterbitkan di PubMed Central pun menemukan bahwa mereka yang memiliki kadar insulin tinggi biasanya memiliki jerawat lebih parah.

Baca juga: Stress Acne, Penyebab Jerawat karena Stres dan Cara Mengatasinya

  • Estrogen

Kafein juga dapat meningkatkan kadar estrogen pada perempuan yang sudah bisa mengandung, meski tidak semua mengalaminya.

Sebuah studi yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition juga menemukan bahwa perempuan Asia yang mengonsnumsi 200 milligram kafein per harinya mengalami peningkatan estrogen, meski mereka yang berkulit putih cenderung mengalami penurunan kadar estrogen.

Hubungan kopi, susu, gula, dan jerawat

Ada beberapa studi yang menunjukkan bahwa meminum susu dapat menyebabkan jerawat atau membuat jerawat bertambah parah.

Hal yang sama juga kemungkinan dapat memengaruhi mereka yang mengonsumsi kopi dengan tambahan susu.

Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of the American Academy of Dermatology menemukan, remaja yang mengonsumsi susu skim atau low fat mengalami jerawat lebih banyak dibanding mereka yang mengonsumsi susu murni atau tidak mengonsumsinya sama sekali.

Sementara itu, studi lainnya menemukan bahwa orang yang meminum susu lebih banyak umumnya memiliki jerawat lebih banyak pula.

Studi lainnya yang dilakukan oleh tim peneliti dari Medical University of Warsaw juga menemukan, meminum susu meningkatkan kadar senyawa mirip insulin, yang mengakibatkan jerawat.

Lalu selain susu, tak sedikit orang yang senang menambahkan gula ke dalam kopinya.

Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics menemukan bahwa ada kaitan antara jerawat dengan makanan yang dapat meningkatkan kadar gula darah.

Biasanya, makanan tersebut merupakan makanan dengan kandungan gula tinggi.

Baca juga: 8 Tanda Kesehatan Usus Bermasalah, Sakit Kepala hingga Muncul Jerawat

Sebuah studi lain juga menemukan bahwa orang yang memakan makanan tersebut memilik risiko mengalami jerawat lebih tinggi dan memakan makanan rendah gula dapat membantu mengatasinya.

Tips meminum kopi tanpa memperparah jerawat.

Ada beberapa cara meminum kopi tanpa memperparah jerawat, seperti berikut ini:

  • Mengonsumsi kopi tanpa kafein atau mengurangi porsi kopi biasa. The Food and Drug Administration (FDA) AS merekomendasikan agar kita tidak mengonsumsi kafein lebih dari 400 mg atau empat hingga lima cangkir per harinya.
  • Mengurangi atau tidak memasukkan gula dalam kopi
  • Tidak menambahkan susu skim atau low fat dan menggunakan susu murni atau creamer.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com