Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo - Kompas.com

Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Wisnubrata
Kompas.com - 21/07/2017, 13:40 WIB
Pegulat sumo di Kuil Yasukuni, Tokyo 17 April 17 2017.
TOSHIFUMI KITAMURA Pegulat sumo di Kuil Yasukuni, Tokyo 17 April 17 2017.

NAGOYA – Suara tubuh-tubuh raksasa bertabrakan satu sama lain terdengar di sasana latihan sumo di kota Nagoya, Jepang, saat 11 pegulat yang hanya mengenakan kain cawat bergiliran berusaha menjatuhkan lawannya di arena berpasir.

Pegulat sumo atau rikishi di sasana Tomozuna menghabiskan waktu lebih dari tiga jam setiap pagi untuk berlatih seni olahraga Jepang yang sudah ada sejak 15 abad lalu itu. Meski aturannya sederhana –pemenang adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau mendorong keluar dari arena—namun latihan yang dilakukan sungguh serius.

Karenanya dalam sumo, pegulat biasanya memiliki tubuh besar namun kuat. Mereka juga makan sangat banyak dibanding orang lainnya, dan menjalani rutinitas ketat untuk menjaga kemampuan bertanding.

Bagaimana kehidupan mereka sehari-hari sempat diintip oleh wartawan yang mengunjungi kuil Buddha di Nagoya yang dijadikan sasana latihan sumo sementara untuk menghadapi Nagoya Grand Sumo Tournament bulan Juli 2017 ini.

Dalam pandangan mata, dunia sumo kental dengan tradisi Jepang. Para pegulat, dari manapun asalnya, akan makan, berpakaian, menjalani aktivitas, dan bernafas seperti ksatria Jepang yang memegang teguh aturan.

Namun beratnya latihan dan ketatnya tradisi di lingkungan sumo membuat banyak pemuda Jepang tidak lagi tertarik menggelutinya. Bahkan nama-nama besar dunia ini mulai dipegang orang dari luar Jepang, kebanyakan dari Mongolia, yang berusaha keras menjadi Jepang.

“Bahasa menjadi masalah utama bagi pendatang,” ujar Tomozuna Oyakata, yang dikenal dengan julukan Kyokutenho di arena. Ia adalah pegulat pertama asal Mongolia yang memenangkan pertandingan sumo di Jepang.

“Saya tidak memahami satu katapun saat pertama kali datang, bahkan tidak tahu apakah sedang dimarahi atau dipuji,” ujar satu dari enam orang Mongolia yang pertama kali berlatih sumo di tahun 1992.

Kini, juara yang dahulu bernama Nyamjavyn Tsevegnyam itu sudah bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar. Ia juga menikahi perempuan Jepang, dan meninggalkan kewarganegaraan aslinya untuk menjadi orang Jepang –sebuah syarat untuk meraih gelar master sumo atau “oyakata.”

8.000 kalori sehari

Seorang pesumo sedang makan di Kuil Ganjoji Yakushido di Nagoyartr Seorang pesumo sedang makan di Kuil Ganjoji Yakushido di Nagoya
Biasanya, setelah selesai latihan pada pukul 10.30, para pegulat akan bertemu dengan para penggemarnya, memberi tanda tangan pada mereka, atau berfoto, sebelum menyantap makanan pertama dari jadwal dua kali makan.

Makanan itu dipersiapkan oleh pegulat yang lebih junior, bisa berupa daging, ikan yang dipanggang, nasi, dan chanko nabe, yang merupakan masakan berkuah khas pegulat sumo. Dalam sehari, para pesumo itu diperkirakan melahap makanan sekitar 8000 kalori. Sebagai perbandingan, sepiring nasi goreng kira-kira berisi 700 hingga 1000 kalori.

Setelah makan, para pegulat akan tidur siang, lalu berlatih dan makan lagi. Mereka menjalani kehidupan itu setiap hari dengan disiplin, apalagi menjelang pertandingan. Tidak ada hura-hura dan pesta-pesta, apalagi hiburan malam.

Bagi pemuda asli Jepang yang memiliki standar kenikmatan hidup tinggi, kebiasaan itu barangkali cukup berat. Sedangkan bagi orang-orang luar, seperti dari Mongolia yang biasa hidup di alam pasang rumput yang keras, ini pilihan yang jauh lebih nyaman. Maka mereka menjalaninya lebih mudah.

“Kami menguncir rambut, menggunakan kimono dan sandal, menaati hukum Jepang, dan menjunjung tinggi tradisi sumo,” kata Tomozuna Oyakata seperti dikutip Reuters. “Kami sudah menjadi orang Jepang, hanya saja dahulu lahir di negara yang berbeda.”

PenulisWisnubrata
EditorWisnubrata
Komentar

Terkini Lainnya

Mengapa Cincin Kawin Dipakai di Jari Manis?

Mengapa Cincin Kawin Dipakai di Jari Manis?

Feel Good
Kesulitan Tidur di Malam Menjelang Lari? Minumlah Susu Hangat

Kesulitan Tidur di Malam Menjelang Lari? Minumlah Susu Hangat

Eat Good
Tips Tampil Cantik Meski Tanpa Riasan

Tips Tampil Cantik Meski Tanpa Riasan

Look Good
Mengapa Pria Berlutut Saat Melamar?

Mengapa Pria Berlutut Saat Melamar?

Feel Good
Berapa Waktu Istirahat Sebelum Kembali Lari Maraton?

Berapa Waktu Istirahat Sebelum Kembali Lari Maraton?

Feel Good
Tas Kecil yang Jadi Tren Baru Para Bintang NBA

Tas Kecil yang Jadi Tren Baru Para Bintang NBA

Look Good
Selamat Tinggal Riasan Tebal dan 'Manglingi'

Selamat Tinggal Riasan Tebal dan "Manglingi"

Eat Good
Ratusan Orang 'Nginep' di Sency, Berharap Bisa Beli Adidas Yeezy

Ratusan Orang "Nginep" di Sency, Berharap Bisa Beli Adidas Yeezy

Look Good
Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Gemuk

Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Gemuk

Feel Good
Yeezy, Sihir Kanye West yang Diburu Orang

Yeezy, Sihir Kanye West yang Diburu Orang

Look Good
Kosmetik asal Korea, Clio Professional Hadir di Indonesia

Kosmetik asal Korea, Clio Professional Hadir di Indonesia

Look Good
Kisah James dan Boneka Seks 'April', Tak Cuma Bercinta 4 Kali Seminggu

Kisah James dan Boneka Seks "April", Tak Cuma Bercinta 4 Kali Seminggu

Feel Good
Langka tapi Nyata, Hamil Lagi Saat Sedang Hamil...

Langka tapi Nyata, Hamil Lagi Saat Sedang Hamil...

Feel Good
Bolehkah Seks Oral Saat Hamil?

Bolehkah Seks Oral Saat Hamil?

Feel Good
Bagian Tubuh yang Paling Sakit Ditato

Bagian Tubuh yang Paling Sakit Ditato

Look Good
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM