Salin Artikel

Lihatlah, 5 Mitos yang Ganggu Usaha Kurangi Lemak Tubuh

Ada yang sukses melakukannya, namun tak jarang pula yang mengalami kegagalan dan harus kembali berupaya dari awal.

Umum terjadi, kita dihantui dengan beragam mitos yang pada akhirnya justru menghambat kita untuk mencapai resolusi hidup sehat yang telah kita tetapkan.

Setidaknya ada lima mitos utama yang terkait dengan upaya mengurangi lemak tubuh, seperti dilansir laman belfastlive.co.uk.

Mari kita simak satu per satu. 

1. Makin sedikit makan, maka makin kurus tubuh kita

Pertama-tama, mari kita pahami adanya perbedaan antara menjadi kurus dan memiliki tubuh rendah lemak.

Jadi, harus disadari bahwa tubuh kurus tidak selalu berbanding lurus dengan kadar lemak. Banyak dari mereka yang kurus, malah memiliki lemak yang banyak di tubuhnya. 

2. Saya latihan 3-4 kali seminggu, jadi boleh makan lebih banyak

Makan lebih banyak sebagai bentuk "pembalasan" atas latihan berat yang telah dilakukan adalah salah satu hal umum yang dilakukan banyak orang. 

Apa pun namanya, bisa imbalan, kompensasi, penghargaan, membuat orang merasa yakin bisa mengkompensasi kalori yang dibakar dengan makan lebih banyak.

Padahal, faktanya adalah kebanyakan orang kerap terlalu melebih-lebihkan jumlah kalori yang telah mereka bakar selama berolahraga.

Akhirnya, yang terjadi adalah penumpukan lemak yang berulang.

3. Metabolisme kawan saya lebih bagus

"Kawan saya punya metabolisme yang lebih bagus. Lihat saja, dia bisa makan lebih banyak dari saya, tapi tetap ramping."

Apakah kita akrab dengan kalimat bernada demikian?

Satu hal yang perlu disadari adalah, kemungkinan rekan kita menyantap makanan pada takaran kalori yang tepat.

Dengan demikian dia bisa merawat berat badan dan bentuk tubuhnya tetap stabil.

Kondisi itu masih dapat terjadi, meskipun mungkin kalori yang diasupnya tidak berasal dari sumber yang terbilang sehat.

Kondisi ini bisa berdampak pada kelebihan energi yang disimpan sebagai lemak tubuh.

Di sisi lain, terkadang kita "menipu" diri kita sendiri, tentang jumlah kalori yang kita makan.

Sehingga kita meyakini bahwa kita tidak makan lebih banyak dari orang lain, padahal makanan yang kita santap berkadar kalori tinggi.

Kesadaran ini tak akan pernah muncul, hingga kita mau merunut makanan apa saja yang sudah kita lahap, dan memahami berapa besar kalori yang masuk ke tubuh.

Tentu, dalam jumlah yang sebenarnya. 

4. Lemak membuat gendut

Apakah kulkasmu penuh dengan makanan bebas lemak, rendah lemak, dan produk diet lainnya.

Perlu diingat, lemak merupakan hal yang sangat penting untuk kesehatan reproduksi, khususnya bagi perempuan. 

Sehingga, poin penting yang harus diperhatikan adalah bagaimana menjaga kesehatan hormon dan keseimbangan yang baik.

Hal lainnya adalah, jika kita tidak menyantap lemak, kemungkinan besar kita memakan karbohidrat.  

Lalu, bagaimana solusinya?

Mari, mulailah menambahkan lemak yang baik ke dalam setiap makanan. Jika pilihan makanan kamu sudah mengandung lemak, misalnya ikan, atau telur, maka hal itu amat baik.

Cukup tambahkan sebagian sayuran atau buah untuk melengkapinya.

Atau, jika kamu memakan daging tanpa lemak, maka bisa ditambahkan beberapa kacang, biji-bijian atau alpukat untuk lemak "baik".

5. Protein bikin tubuh jadi kekar

Kekhawatiran ini kerap muncul di benak para wanita. Khususnya mereka yang mengikuti kelas latihan fisik dan advokasi nutrisi.

Tenang saja. Protein akan membuat badan kekar hanya berlaku bagi mereka yang melakukan angkat berat.

Jika kamu mendambakan badan yang ramping, maka latihlah ototmu untuk mendapatkan kekuatan lebih besar, membakar lemak lebih banyak, dan bantu dengan konsumsi protein.

Selamat mencoba...

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/03/20/210000120/lihatlah-5-mitos-yang-ganggu-usaha-kurangi-lemak-tubuh

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.