Biaya Pernikahan Sering Lebihi "Budget", Apa yang Harus Dilakukan?

Kompas.com - 19/03/2018, 22:00 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo (kiri) dan menantunya Selvi Ananda (ketiga kiri) menyaksikan prosesi pemasangan cincin kawin saat pernikahan putrinya Kahiyang Ayu (kedua kanan) dan Bobby Nasution (kedua kanan) seusai ijab kabul di Gedung Graha Saba, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017).ANTARA FOTO/MAULANA SURYA Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo (kiri) dan menantunya Selvi Ananda (ketiga kiri) menyaksikan prosesi pemasangan cincin kawin saat pernikahan putrinya Kahiyang Ayu (kedua kanan) dan Bobby Nasution (kedua kanan) seusai ijab kabul di Gedung Graha Saba, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017).

KOMPAS.com - Dalam perencanaan pernikahan, sangat penting untuk mengatur segala hal secara detil. Karena jika salah atur, biaya malah bisa membengkak, dan bisa merugikan.

Berdasarkan survei yang dilakukan Bridestory tahun 2017 terhadap 5.000 pengantin perempuan dan pria dengan usia 25-34 tahun terungkap, biaya pernikahan yang melebihi budget sangat mungkin terjadi.

Survei membuktikan, biaya pernikahan 45,3 persen pasangan melebihi budget. Jumlah ini berbeda tipis dengan mereka yang biaya pernikahannya sesuai budget yakni 49,1 persen.

Sisanya, ada 5,7 persen pasangan yang biaya pernikahan mereka kurang dari budget.

Editor in Chief Bridestory Ayunda Wardhani mengungkapkan, pernikahan merupakan salah satu acara besar dalam perjalanan hidup manusia.

Baca juga: Meghan Markle Pengaruhi Tren Gaun Pernikahan

Dalam bagian itu, terkadang ada satu dan lain hal yang tak terduga dan bisa membuat biaya membengkak.

"Misalnya saat mereka berkunjung ke pameran pernikahan atau vendor, ternyata lebih suka vendor dan dekorasi tertentu, tapi harganya mahal."

"Nah itu bisa bikin lebih budget," kata Ayunda kepada Kompas Lifestyle di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Ayunda mengatakan, tentu tak menjadi masalah jika biaya yang melebihi budget masih bisa terbayar.

Hanya saja, jika biaya masih bisa ditekan dan sesuai budget, kenapa enggak?

Baca juga: Tampil Menarik Saat Hamil Meski Minim "Budget"

Karena itu, Ayunda menyarankan untuk membuat tiga prioritas pertama hasil dari kesepakatan calon mempelai. 

Misalnya kesepakatan anggaran lain ditekan, tapi gaun dari desainer ternama.
 
Bisa juga pilih habiskan dana besar untuk biaya fotografer dan video, karena momen pernikahan bisa dikenang.
 
"Intinya harus iklas satu sama lain, dan sepakat tentukan di mana pos anggaran paling besar," kata dia.
 
Sementara itu, CEO dan co-founder Bridestory Kevin Mintaraga mengatakan perkiraan biaya pernikahan berbeda-beda sesuai dengan jumlah tamu undangan dan tipe pesta pernikahan.
 
"Berdasarkan survei ini, Bridestory mengelompokkan tipe pernikahan ke dalam empat kategori yaitu affordable, moderate, premium, dan luxurious, dengan kisaran tamu undangan mulai dari 50-1.000 orang,” ungkap Kevin.
 
Untuk kategori affordable, biaya yang diperlukan mulai dari Rp 20-400 juta dan untuk tipe pernikahan moderate atau sedang, berkisar dari Rp 40-800 juta.
 
Sementara itu, untuk menyelenggarakan pesta pernikahan dengan tipe premium, calon pengantin membutuhkan dana mulai dari Rp 100 juta sampai dengan Rp 2 miliar.
 
Kemudian untuk tipe pernikahan luxurious atau mewah, seperti pernikahan di luar kota atau luar negeri, mengundang selebritas sebagai pengisi acara, atau menggunakan jasa vendor premium, kisaran dana yang dibutuhkan mulai dari Rp 350 juta-Rp 7 miliar.
 




Close Ads X