Kompas.com - 06/06/2018, 18:00 WIB
. iStockphoto/cindygoff.

KOMPAS.com - Banyak orang yang tidak menyadari pentingnya masalah kesehatan mental, dan bagaimana cara mengatasinya.

Belum lagi, kurangnya dukungan untuk penderita gangguan mental, yang ditambah dengan stigma negatif, sering membuat penderitanya enggan mencari solusi atas kondisi mereka.

Selain itu, ada banyak mitos keliru yang beredar di masyarakat yang semakin memperparah kondisi para penderita gangguan mental tersebut.

Baca juga: Empat Perilaku Ber-Medsos Ini Jadi Tanda Seseorang Alami Depresi

Laman Standard menguraikan lima mitos keliru tentang depresi, yang sering beredar dan terdengar.

1. Depresi bukan penyakit nyata

Meskipun telah tersedia pengobatan depresi yang bervariasi, hal ini masih belum tergolong sebagai kondisi medis yang serius.

Sebab, berdasarkan laporan Badan Layanan Kesehatan Inggris (NHS), banyak orang berpikir depresi adalah hal sepele, dan bukan kondisi kesehatan yang sebenarnya.

Tentu saja, ini merupakan pemikiran yang keliru.Depresi termasuk penyakit yang nyata dengan gejala yang benar-benar ada.

Mayo Clinic menyatakan orang dengan depresi sebenarnya memiliki neurotransmitter dan ketidakseimbangan hormon di otak mereka yang menentukan kondisi mereka.

Ketidakseimbangan ini juga menyebabkan suasana hati mereka memburuk.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.