Kompas.com - 17/06/2018, 09:32 WIB
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Muncul jerawat di wajah pastinya sangat mengganggu penampilan. Bukan hanya bikin minder, jerawat bisa terasa amat sangat sakit jika sudah terinfeksi.

Jerawat bisa terinfeksi apabila kita sering menyentuh atau memencet jerawat untuk memecahkannya, apalagi menggunakan tangan kotor. Jerawat infeksi membutuhkan perawatan yang berbeda dari jerawat biasa.

Jika kamu memiliki jerawat, kenali apakah jerawat itu terinfeksi atau tidak. Pasalnya, mengobati jerawat yang infeksi tidak sama dengan jerawat biasa.

Baca juga: 9 Hal yang Harus Diketahui Lelaki, Agar Jerawat Tak Mudah Muncul

Untuk lebih jelasnya berikut beberapa tanda yang menandakan jerawat sudah terinfeksi:

  • Sakit saat disentuh.
  • Lebih besar dari jerawat biasa.
  • Jerawat memerah karena meradang.
  • Ukurannya lebih besar dari jerawat biasanya.
  • Terdapat bintik putih yang menandakan adanya nanah.

Mengatasi jerawat yang sudah terinfeksi

Mengobati jerawat yang terinfeksi berarti membunuh bakteri penyebab infeksi. Berbagai obat-obatan biasa seperti asam salisilat tidak dapat mengobati jerawat jenis ini. Pasalnya, asam salisilat tidak dapat membunuh bakteri tetapi hanya mengurangi penyebaran jerawat.

Jerawat infeksi dapat diobati dengan antibiotik untuk mengurangi bakteri dan peradangan, baik yang berbentuk krim maupun tablet minum, dan benzoil peroksida untuk membunuh bakteri jerawat.

Selain obat dari dokter, kamu juga bisa mengobati jerawat di rumah dengan cara:

  • Mengompresnya dengan air hangat dua kali sehari agar nanah dan minyak lebih terangkat keluar. Namun usahakan jangan menekan jerawat.
  • Tidak menyentuh, menggaruk, atau memencet jerawat dengan tangan karena meningkatkan risiko infeksi.
  • Tidak menggunakan make up di area jerawat yang terinfeksi.
  • Membersihkan wajar secara teratur terutama setelah menggunakan make up di sekitar jerawat tanpa menggosok bagian yang berjerawat.
  • Mengganti seprai dan sarung bantal secara teratur untuk menghindari berkumpulnya bakteri yang bisa memperparah jerawat.

Konsultasikan kembali ke dokter jika infeksi tidak kunjung hilang selama beberapa minggu atau gejalanya semakin parah dan bahkan menyebar ke bagian wajah yang lain.

Selain obat, kemungkinan besar dokter akan melakukan operasi laser atau terapi cahaya untuk membunuh bakteri penyebab jerawat yang membuatnya menjadi infeksi.

Jika jerawat sudah berhasil diobati biasanya ia akan meninggalkan jaringan parut atau bopeng.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dermatology Research and Practice Journal, chemical peeling, laser, dan mikrodermabrasi bisa membantu mengurangi bekas luka yang ditinggalkan jerawat infeksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.