Bebas Lampiaskan Emosi di ‘Rage Room’ Temper Clinic

Kompas.com - 27/08/2018, 07:22 WIB
Salah satu rage room yang disediakan di Temper Clinic. Pengunjung bisa memukul botol-botol yang ada dan mengacak-acak ruangan sebebas mungkin. Dok. Temper ClinicSalah satu rage room yang disediakan di Temper Clinic. Pengunjung bisa memukul botol-botol yang ada dan mengacak-acak ruangan sebebas mungkin.
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com – Kita sering menemukan aksi vandalisme yang meninggalkan rusaknya fasilitas publik oleh orang tak bertanggungjawab. Mulai dari dinding yang dicoret-coret, pecahnya lampu jalanan, rusaknya fasilitas-fasilitas umum, dan lainnya.

Di samping pelakunya hanya iseng, pernahkah kita berpikir bahwa mereka mungkin melakukannya sebagai bentuk pelampiasan emosi?

Nah, jika kamu merasakan luapan emosi seperti marah, kesal, sedih atau sedih dan ingin menghancurkan sesuatu, tahan dulu.

Mungkin Temper Clinic, salah satu tempat rekreasi baru di Jakarta ini bisa menjadi solusinya.

Jika masuk ke Temper Clinic, kita akan melihat empat ruangan dengan ukuran masing-masing sekitar 3x5 meter. Di setiap ruangan akan disediakan alat pukul seperti tongkat baseball atau palu serta botol-botol kaca.

Semua botol dan barang-barang yang ada di ruangan boleh kita pukul sekeras mungkin dan hancurkan sehebat mungkin.

KOMPAS.com berkesempatan menjajal area rekreasi tersebut akhir pekan kemarin. Salah satu founder Temper Clinic, Eron, bercerita bahwa konsep ‘rage room’ atau ruang amuk tersebut sebetulnya tak hanya untuk menghilangkan stres namun juga untuk bersenang-senang.

Salah satu rage room yang disediakan di Temper Clinic. Pengunjung bisa memukul botol-botol yang ada dan mengacak-acak ruangan sebebas mungkin.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Salah satu rage room yang disediakan di Temper Clinic. Pengunjung bisa memukul botol-botol yang ada dan mengacak-acak ruangan sebebas mungkin.
“Sebenarnya lebih ke having fun. Pesan kami, orang-orang lebih baik seru-seruan kayak gini daripada merusak area publik. Kami sediakan tempatnya,” kata Eron kepada KOMPAS Lifestyle, Sabtu (25/8/2018).

Emosi, lanjut Eron, tak selamanya negatif namun seringkali harus dilampiaskan. Dalam melampiaskannya, kita bisa memilih cara yang positif serta tidak membahayakan diri dan orang lain.

Di Temper Clinic kita tak hanya disediakan botol kaca, namun juga televisi. Jadi, jika tak puas menghancurkan botol-botol kaca hingga kacau, kita masih bisa menghancurkan televisi.

Ide membuat ‘rage room’ didapatkan Eron dan para founder lainnya ketika melancong ke Athena, Yunani. Mereka pun merasa konsep ‘rage room’ tersebut bisa dibawa ke Indonesia. Apalagi, banyak orang Indonesia yang gemar konsep bermain bersama-sama kerabat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X